Story cover for Pelangi setelah Hujan (End) by PenaBiru07
Pelangi setelah Hujan (End)
  • WpView
    Reads 10,577
  • WpVote
    Votes 906
  • WpPart
    Parts 42
  • WpView
    Reads 10,577
  • WpVote
    Votes 906
  • WpPart
    Parts 42
Complete, First published Apr 05, 2019
Aku merindukan saat-saat kita masih bersama tanpa mengenal waktu. Saat pertama kali kau mengajaku berkenalan dan danau menjadi saksi bisu bahwa persahabatan kita di mulai. Saat itu pula kau mengembalikan dunia ku yang hilang dengan kecerian yang kau berikan. 

Tanpa lelah kau tetap mengejar bermain di balik langit jingga sambil menikmati daminya air danau. Aku tetap ingat apa yang pernah aku janjikan pada mu. Pada saat hujan turun dan kau menangis tersedu-sedu karena kau takut dengan badai yang terjadi. Yaitu, aku akan tetap menjadi pelangi setelah hujan untuk mu.

Kali ini aku tetap menjaga janji ku itu. Walau kau tak disampingku. Aku masih menunggu mu semdiri di danau tempat pertama kali kita berjumpa. Tempat bersejarah yang sangat berarti bagi kehidupanku. Apakah kamu tau saat ini aku sedang menunggu dan mencari keberadaanmu. Apakah kau meribdukanku seperti halnya aku merindukanmu?

Aku harap kita dapat bertemu kembali dan kuciptakan pelangi setelah hujan untukmu. 

-Bryan Arreno Dwi putra.
All Rights Reserved
Sign up to add Pelangi setelah Hujan (End) to your library and receive updates
or
#1romnatis
Content Guidelines
You may also like
Naura & Lukanya by Chofellate
48 parts Ongoing
⚠️⚠️⚠️⚠️ PERINGATAN: Cerita ini murni hasil pemikiran pribadi penulis. Jika terdapat kesamaan nama tokoh, alur, tempat, maupun kejadian, hal tersebut murni kebetulan dan di luar kendali penulis. Naura Arabella Sanjaya bukan gadis biasa. Di balik senyumnya yang tenang dan sikapnya yang lembut, tersimpan dunia yang tak banyak orang tahu-dunia penuh tanggung jawab yang terlalu besar untuk usia belianya. Sambil tetap bersekolah dan berusaha terlihat seperti remaja lainnya, Naura diam-diam bekerja sepulang sekolah demi mencukupi kebutuhannya sendiri. Ia terbiasa menutupi luka, memendam lelah, dan tetap tersenyum seolah semuanya baik-baik saja. Namun hidup tidak pernah semudah itu bagi Naura. Ketika sebuah pesta yang seharusnya menjadi ajang kebersamaan justru berakhir menjadi titik balik hidupnya, Naura harus menghadapi kenyataan pahit: ia hamil. Di tengah cemooh tak terlihat, penolakan yang perlahan muncul dari sekitarnya, dan beban moral yang begitu menekan, Naura tetap memilih untuk bertahan. Ia tak meminta dimengerti, hanya berharap didengar dan dipahami. Beruntung, di tengah kesendiriannya, ada Adara-sahabat yang setia mendampinginya meski tak tahu sepenuhnya gelapnya dunia Naura. Tapi sampai kapan Naura bisa menyembunyikan rahasianya dari Adara, dari semua orang... bahkan dari dirinya sendiri? Ini adalah kisah tentang keberanian, pengkhianatan, dan perjuangan seorang remaja perempuan yang dipaksa dewasa terlalu cepat. Sebuah kisah yang mengajarkan bahwa tak semua luka tampak, dan bahwa menjadi kuat bukan berarti tak pernah rapuh. ---
You may also like
Slide 1 of 10
Bukan Salahnya Hujan (Completed) cover
Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going) cover
Rain Drop (Hujanpun Tahu Bahwa Aku Merindukanmu) cover
Not Your Fault [SELESAI] cover
TRANSMIGRASI 3 SAHABAT (Revisi) cover
RANNA cover
a RAINBOW cover
Hilang cover
Naura & Lukanya cover
INVISIBLE WOUNDS: Transmigrasi Jiwa  cover

Bukan Salahnya Hujan (Completed)

30 parts Complete

Aku hanya minta satu. Satu saja. Bisakah kamu melupakannya? Sekarang sudah ada aku. Menarilah saja denganku di bawah hujan ini. Jika kamu tidak bisa, maka aku akan lebih memilih untuk pergi. Pergi lebih baik, daripada aku harus terjebak dalam rasa ini. Rasa yang akan mungkin membuatku semakin gila. Kini, tinggal aku dan sepenggal kenangan kita. Kenangan kita dan hujan. Salah siapa ini? Aku? Kamu? Atau hujan? ---------------------------------------------------- Ini adalah kisah tentang orang-orang yang di pertemukan oleh takdir, berusaha untuk melepaskan dan mempertahankan, walaupun itu begitu sulit. Dan juga tentang cinta yang diam-diam tumbuh.