Calla Lily

Calla Lily

  • WpView
    Reads 224
  • WpVote
    Votes 84
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 10, 2019
Alexander Axford, pria sempurna dan paling beruntung di dunia. Hidupnya semakin sempurna saat ia menemukan belahan jiwanya, Yalle. Namun kesempurnaan itu harus runtuh, saat tunanganya mengingkari janjinya. Gadis yang dicintainya setengah mati itu tidak kembali hingga hari pernikahannya. Depresi, putus asa, marah dan terluka semua menjadi satu di dalam dirinya seperti racun yang terus menerus menggerogoti jiwanya. Hingga pertemuannya dengan Calla, gadis seputih lily yang mengingatkannya akan Yalle. ****** Someone once said that laughter is the best medicine. They're wrong. You are the best medicine, Baby. And i am addicted -Alexander Axford-
All Rights Reserved
#67
menangis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Desire behind Closed Eyes
  • Veero [ON GOING]
  • The Escapes of Mistress
  • The Billionaire's Revenge
  • Expect a Happy Ending [complete🧚🏻‍♀️]
  • Owned By a Stranger (21+) SELESAI
  • DEAR LOVE
  • The Pain of Love
  • LOVE GAME (Repost)

⚠Novel Dewasa 🔞⚠ 🅦🅐🅡🅝🅘🅝🅖 🔞 Baxter tidak habis pikir, bagaimana bisa ada gadis buta di lelang wanita malamnya? Apa anak buahnya sudah gila? Siapa sih, yang tidak tahu kalau Baxter benci kekurangan? Namun, kenapa alih-alih murka seperti biasanya Baxter malah tertarik? Gadis itu mampu membuat Baxter Calvert sang malaikat maut tersenyum miring, sepertinya ... menjadikan gadis penuh kekurangan itu sebagai mainan akan sangat menyenangkan. Lihat saja dia, namanya Keana, di bawah cahaya dia bagai malaikat dengan wajah cantik dan rambut pirangnya yang semakin bersinar. Wow, mainan hidup yang sangat epik, sepertinya akan seru! Baxter berkata, "Kalau mata harus dibayar mata, kenapa semua manusia tidak buta? Kau hanya perlu menghangatkan ranjangku untuk membayar semuanya, bukankah kau beruntung?" Keana balas, "Kalau memang mata tidak harus dibayar mata, berarti tidak salah bukan, jika kubalas semua rasa sakit yang kau berikan dengan cinta? Kau lebih beruntung kalau begitu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines