Banana vs Apple

Banana vs Apple

  • WpView
    LECTURAS 121,101
  • WpVote
    Votos 7,374
  • WpPart
    Partes 23
WpMetadataReadConcluida vie, nov 29, 2019
WpInfo
Ficción
Romance
Ranisa Airani Putri, pecinta buah pisang, pen-tidak terlalu tinggi, egois, kekanak-kanakkan, tapi imut. Alven Mahaputra, pecinta buah apel, tiang-cukup tinggi untuk anak-anak seusianya, narcissist, usil, tapi punya sejuta pesona. Ketika keduanya bertemu, dua garis kontras bertabrakan. Aira dan Alven yang tidak punya korelasi sama sekali dipersatukan oleh permainan semesta, menciptakan kolaborasi garis tipis antara rasa benci dan cinta. Aira jatuh cinta pada Alex, kakak kelasnya. Alven masih sedikit terjebak dalam masa lalunya bersama Aerylin, gadis cantik yang baru masuk di sekolahnya. Dengan dua komponen itu, dapatkan Alven dan Aira bersatu dan menghilangkan persepsi orang-orang soal 'banana vs apple'? Entahlah, mereka sendiri kurang yakin. Copyright © 2015 by Nikita Azkiya.
Todos los derechos reservados
#28
apple
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • AURORA
  • ALANAALANKA. [ ON GOING]
  • TENTANG KAU DAN HUJAN //✔
  • JANUARGHA
  • ALRIN
  • The Letter From Korea
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Antara Pagar dan Perasaan

"Kamu ga akan pernah pergi, rumah kamu di sini kamu harus bareng terus sama Bunda" ucap Airin menahan putri bungsunya. "Maaf Bun, Ara pengen cari kebahagian Ara dan kebahagian itu ga Ara dapet di sini" ucap Ara sembari melepaskan tangan Airin yang menahannya. "Kamu akan pergi kemana? Cukup ikhlaskan Alvino dan semuanya ga ribet kayak gini" "Ayah ngomong gampang tapi aku yang jalanin susah! Sekarang coba Ayah yang ada di posisi aku, aku suruh Ayah pisah sama Bunda apa Ayah mau? Bertahun-tahun Fira selalu nomor satu di hati Ayah, tapi aku? Selayaknya pesuruh, selalu nurut apa kata penyuruhnya" Ara berkata dengan air mata yang semakin mengalir deras, ingin cepat pergi dari sana, "Apa Ayah pikir semua yang Ayah suruh dan aku turutin itu bikin aku bahagia? Jawabannya enggak!" Penasaran? Yukk langsung bacaaa

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido