girls love

girls love

  • WpView
    Reads 108,420
  • WpVote
    Votes 444
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 10, 2020
Jangan tertipu dengan cover ya guys ini gak senista yang kalian kira kok Coba baca dulu deh.. Aku merasakan sebuah tangan mengusap betisku dengan sensual sapuan lembut tersebut perlahan terus naik hingga menelusup dibalik gaun tidurku. Bersamaan juga kurasakan deru nafas dan kecupan sepanjang perutku terus naik hingga bahuku aku sangat menikmatinya sehingga badanku melengkuh kebelakang memberinya kesempatan untuk mengeksplore leher jenjangku. Dia langsung paham apa yang harus dilakukan dia menyesap setiap inci kulit leherku memberiku rangsangan yang tiada tara nikmatnya meninggalkan beberapa kissmark disana dan tak ketinggalan tangannya juga terus bermain pada buah dadaku,Meremasnya dan memainkan putingnya. "Nggghhh..." desahku menikmatinya meskipun mataku masih terpejam. Sedetik kemudian kurasakan benda lembut kenyal menelusup kedalam bibirku. Aku membalas ciuman itu sehingga lidah kami saling bertautan saling menyesap satu sama lain bertukar saliva dan berbagi rasa. Sedangkan Tangan yang satunya lagi menekan tengkukku untuk memperdalam ciuman.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Changed Life
  • The Price of Obedience
  • The Secret Of Us
  • Don't Go Away
  • Love It's You [COMPLETED]
  • Step Backward
  • 𝘚𝘵𝘦𝘱��𝘣𝘳𝘰𝘵𝘩𝘦𝘳 || 𝘔𝘢𝘳𝘬𝘩𝘺𝘶𝘤𝘬 ✔
  • Squirt JOB.

Halo, gue Reza Lingga Diputra. Biasa dipanggil Rez, anak 17 tahun yang lagi menikmati masa SMA dengan kehidupan yang, jujur aja, nggak terlalu seru. Kalau ini dijadiin cerita? Beuh, siapa juga yang mau baca? Sampai akhirnya... Ardan datang. Cowok 22 tahun itu tiba-tiba muncul dalam hidup gue, dan tanpa sadar, dia membawa kisah yang nggak pernah gue bayangkan sebelumnya. --- - Potongan Cerita - Pukul tiga pagi, kamar Jendra sunyi. Cahaya lampu tidur yang temaram menciptakan bayangan samar di dinding, sementara AC menghembuskan udara dingin yang menusuk kulit. Ardan menggeliat kecil, lalu berbalik-dan tanpa sengaja, tubuhnya bersentuhan dengan seseorang. Reza. Bocah itu, entah sadar atau tidak, memeluknya dari belakang. Lengan Reza melingkar di pinggangnya, napasnya teratur dalam lelap. Ardan sempat terdiam, bisa saja ini cuma refleks karena udara dingin. Tapi anehnya, ia tak ingin melepaskan pelukan itu. Perlahan, ia membalas. Tangannya terulur, mengacak-acak rambut Reza dengan lembut. "Dasar bocah satu ini," gumamnya pelan, senyum tipis tersungging di bibirnya. --- Mau tahu kelanjutannya? Jangan lupa vote dan lanjut baca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines