Pelangi Esok hari

Pelangi Esok hari

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 6, 2019
Setelah kematian sang ayah, Mursal harus bergulat kesusahan dalam hidup. Dari mengurusi ibu yang lumpuh, sampai berpikir apakah ia bisa meneruskan sekolah atau tidak, lantaran tak ada yang membiayai sekolahnya lagi begitu tulang punggung keluarganya itu meninggal dunia. Akhirnya, dia melanjutkan sekolah Di SMA. Dengan uang sumbangan kematian sang ayah, yang masih tersisa, juga dengan bekerja apa saja, sampai akhirnya perjalanan itu pun pupus lantaran tak ada uang buat ongkos untuk pergi ke sekolah. Sementara untuk berjalan kaki sudah dilakukannya dan ia pun tak bisa menahannya lagi. Karena sesuatu hal, akhirnya ia kembali lagi ke sekolah yang lain, SMA swasta, dan kembali bersekolah di sekolah ini pun tak mudah. Sepulang sekolah, ia harus bekerja dari pukul enam sore hingga pukul sebelas malam. Belum lagi hari Minggu dia harus bekerja full di sebuah rumah makan. Hambatan lain pun menghadang. Dari nilai yang jeblok, prestasi yang merosot. Bahkan, Mursal yang pintar harus mendapatkan peringkat terendah. Setelah sebelumnya dia adalah siswa pintar yang selalu berpredikat tiga besar. Jalan berliku harus dilampaui Mursal kemudian, hingga dia seakan putus asa. Menyerah pada takdir. Berceloteh pada Tuhan yang rasanya tak adil di hidupnya. Mampukah Mursal menuntaskan bangku SMA-nya? Adakah pelangi esok hari yang dilihatnya, setelah selama ini hidupnya serasa dilingkupi hujan badai yang menggoncangkan langkahnya. Kejamnya hidup harus dilawan. Dan Mursal berusaha melampaui jalan berliku itu demi kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.
All Rights Reserved
#356
inspiratif
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Talk About Money
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Arah Yang Selaras Lagi Berpelangi
  • SIMETRI
  • Constellations From The Room
  • TRANSMIGRASI ICE GIRL [END]
  • Raden
  • Another Soul (Transmigrasi) [END]
  • Plot Twist Sang Figuran (TERBIT)
  • LIEUTENANT RIYYADH ISKANDAR (End)

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines