Hallo my Oppa!

Hallo my Oppa!

  • WpView
    LECTURAS 207,923
  • WpVote
    Votos 25,530
  • WpPart
    Partes 37
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, abr 16, 2023
(Di sarankan untuk baca You're my Mommy! Terlebih dahulu) ketika zubaedah alias Meri jatuh cinta dan tak lelah mengejar abang dari sahabat baiknya dengan segala kehebohan dan kericuhan yang terjadi oleh nya, jatuh bangun Meri berjuang mendaki gunung lewati lembah, hujan badai dia berteduh, namun Sang oppa tak sekalipun menoleh padanya. Akankah Dean menoleh atau justru mati muda karna tingkah absurd Meri. "halo my oppa! makin hari makin ganteng aja deh, upgrade dimana sih itu muka?!" Meri "cukup adek gue aja yang aneh, istri masa depan gue jangan sampe ikut aneh juga, ya Allah!!" Dean. Ps: PLAGIAT HARAP MENJAUH! Ngapain plagiatin cerita orang, kalo otak sendiri masih bisa di pake!!
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Crazy Marriage
  • Back Then, I Was Just A Child!
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Bad boy vs cool girl
  • JAM 3 SORE
  • Crazy Couple [Kino X Niana]
  • LOVERA
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • You're My Mommy! (pindah Ke Dreame!)
  • forever with you [END]

Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepakat untuk melanjutkan hidup masing-masing. "Mending gitu sih emang. Mana tahu kalau tinggal berdua gue khilaf ngapa-ngapain lo ye kan," kata Ambar, "gue mesum soalnya," tambah wanita itu, sambil mengedipkan sebelah mata. "Gila," gumam Romi. Tak acuh, ia kembali berjalan. ______ Sayangnya, tragedi "bayar listrik" memaksa mereka untuk tinggal serumah. Satu rumah hanya berdua, tapi gaduhnya bisa luar biasa cuma karena kecoak atau celengan pecah. Niat hati ingin hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, ternyata tidak semulus itu, Esmeralda. "Gila lo, Mbar." "Awas lo ya, Rom ...." "Mau ngapain?" potong Romi, tak gentar. "Mau gue perkosa." "Gue buntingin lo kalau berani perkosa gue," balas Romi justru menantang. "Buntingin sini kalau berani!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido