Bom Waktu

Bom Waktu

  • WpView
    Membaca 512
  • WpVote
    Vote 124
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Nov 28, 2019
WpInfo
Fiksi
Misteri
Fian merupakan mahasiswa yang selalu di-bully oleh beberapa mahasiswa yang menamakan diri mereka Danger. Tak hanya membully, Danger bahkan sering melakukan kekerasan fisik pada Fian dengan brutal dan sadis. Tak ada satupun mahasiswa yang berani menentang perbuatan Danger. Hingga suatu ketika Fian ditemukan tergantung di pintu kelas mereka entah karena dibunuh atau bunuh diri sekalipun begitu tak ada satu mahasiswa pun yang berani mengungkapkan kejadian yang selalu menimpa Fian setiap hari di kampus. Sejak Fian meninggal, Dian pacar Fian pun memilih berhenti kuliah dan pindah keluar kota. Setelah kejadian itu berlalu begitu saja, anggota Danger bertambah satu anggota mahasiswi pindahan yang cantik dan menjadi idola kampus. Dan beberapa saat setelahnya teror pun mulai terjadi. Mulai dari Anisa yang ditemukan tewas di gudang kampus tempat Danger pernah mengurung Fian disana sampai Rian yang tewas dengan keadaan telanjang di depan toilet kampus. Semua perlakuan yang mereka lakukan pada Fian seolah terulang pada setiap anggota Danger bahkan anggota Danger yang baru sekalipun. Apakah arwah Fian yang sengaja datang untuk balas dendam ? Ataukah ada orang lain yang memanfaatkan kesempatan itu untuk membunuh anggota Danger ?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#926
horor
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Diary Of Rain [END]
  • MURDERER IN THE SCHOOL [Completed]
  • Class 9ABC vs 9DEF ( S1)
  • Di balik Tesmak
  • Jodohku Bukan Perjaka
  • Pembunuhan 3 Menit
  • Theory 247  ✅
  • The Silent Code: Shadow of Betrayal

Aku beringsut berdiri dan berniat meninggalkan kamar ini secepatnya. Tapi tanganku dicekal olehnya dan langsung ku sentak dengan keras hingga terlepas. "Rain..." panggil Lano namun tak berniat ku hentikan langkah ini ataupun menoleh kebelakang. Namun ketika menyentuh kenop pintu, dua lengan kekar memelukku dari belakang. "Jangan pergi" hembusan nafas yang terasa panas menerpa kulit leherku yang terbuka. Aku memberontak dan memukul-mukul tangannya yang melingkar diperut "Lepas! Lepaskan!!!" teriakku dengan suara parau Bukannya melepas, Lano semakin mengeratkan pelukannya. Tenagaku terkuras habis, sebanyak apapun tenaga yang ku keluarkan untuk lepas dari kukungannya hasilnya tetap sama. Aku masih dalam dekapannya. "Aku benci kau Lano..." Pandanganku memburam seiring mata yang tertutup. Akhirnya aku menyerah dalam pelukannya. Disisa kesadaran aku mendengar suaranya yang nyaris seperti bisikan. "Maaf..."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan