Rumah Ke-2

Rumah Ke-2

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 8, 2019
selama kepemimpinan tak diambil alih perempuan dalam berumah tangga. strata yang berbeda tak pernah jadi masalah. Lagi pula perempuan muslimah yang baik, sholehah, memahami betul kodratnya sebagai seorang perempuan sekaligus istri insyaallah tak akan pernah menjadikan penghsilan sebagai ajang untuk menundukkan suami selaku kepala rumah tangga. apa jadinya, jika ketakutan ketakutan sang sahabat terdekat selaku orang terdekat terlalu berkacamata pada sosok perempuan yang cendrung salah sikap jadi sebuah tameng??? akankah sahabat dan perempuan terkasih berada dalam kacamata yang sama??? Komitment yang sempat terjalin lewat inspirasi sebuah buku kisah kehidupan, menjadikan sosok sang istri tak mampu lagi membendung rasa bahagia " Rumah Kedua???!!!". perempuan mana yang mampu menutupi rasa meledak karena dijadikan sebuah alasan untuk selalu pulang. untuk senantiasa melabuhkan setiap rasa hingga maut menjemput. kisah yang dirindukan sekaligus di idamkan seluruh makhluk Tuhan berwujud Perempuan. lantas.... sebagai seorang perempuan sekaligus istri yang dimaksud orang terdekat sang suami, kacamata yang sempat dinilai timpang, akankah bermuara pada salah tanggap atau malah justru sebaliknya??? berkali kali Aina, meyakinkan hati. kebaikan yang teramat dalam menetap dihati sang suami justru membuat perempuan berjilbab ini terkesan gelisah. apa yang bisa dilakukan???!!! mendukung atau malah kata yang berlainan dari semestinya????
All Rights Reserved
#803
islam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Queen Alya Az-zahra (END & REVISI)
  • Takdir cinta berawal masjid ( TAMAT )
  • Mahardika Raja {On Going}
  • The Legend Of My Hijrah
  • KHODIJAH (SELESAI)
  • Pelakor? Yes, I'm! (BOOK 1)
  • Pengantin Bayangan (SELESAI)

Setiap manusia memiliki kesalahannya masing-masing. Tak ada satu pun yang benar-benar sempurna. Dan tak ada pula yang sepenuhnya terbebas dari khilaf, dari dosa, dari luka yang ia ciptakan sendiri... atau yang ia warisi tanpa pernah memintanya. Begitu pula dengan seorang gadis yang masih terjebak dalam kebingungan tentang dirinya sendiri. Ia tidak tahu ke mana harus melangkah, tidak tahu arah mana yang layak ia sebut sebagai tujuan. Di antara sunyi dan gelap, ia bertanya... apakah dirinya masih pantas untuk diampuni? Apakah kesalahan dan dosa yang menempel di hatinya masih bisa dimaafkan? Hidupnya terasa seperti berjalan di lorong panjang tanpa cahaya. Tanpa penerangan. Tanpa pegangan. Tanpa payung yang mampu melindunginya dari derasnya hujan kenyataan. Ia hidup, namun seolah tidak benar-benar memahami untuk apa ia hidup. Ia melupakan kewajiban, mengabaikan panggilan hati, hingga perlahan kehilangan jati dirinya sendiri. Dan ketika seseorang kehilangan dirinya... apakah masih ada jalan untuk kembali? Publish : Juni 2024 The End : Juni 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines