Rumah Ke-2

Rumah Ke-2

  • WpView
    Leituras 19
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, abr 8, 2019
selama kepemimpinan tak diambil alih perempuan dalam berumah tangga. strata yang berbeda tak pernah jadi masalah. Lagi pula perempuan muslimah yang baik, sholehah, memahami betul kodratnya sebagai seorang perempuan sekaligus istri insyaallah tak akan pernah menjadikan penghsilan sebagai ajang untuk menundukkan suami selaku kepala rumah tangga. apa jadinya, jika ketakutan ketakutan sang sahabat terdekat selaku orang terdekat terlalu berkacamata pada sosok perempuan yang cendrung salah sikap jadi sebuah tameng??? akankah sahabat dan perempuan terkasih berada dalam kacamata yang sama??? Komitment yang sempat terjalin lewat inspirasi sebuah buku kisah kehidupan, menjadikan sosok sang istri tak mampu lagi membendung rasa bahagia " Rumah Kedua???!!!". perempuan mana yang mampu menutupi rasa meledak karena dijadikan sebuah alasan untuk selalu pulang. untuk senantiasa melabuhkan setiap rasa hingga maut menjemput. kisah yang dirindukan sekaligus di idamkan seluruh makhluk Tuhan berwujud Perempuan. lantas.... sebagai seorang perempuan sekaligus istri yang dimaksud orang terdekat sang suami, kacamata yang sempat dinilai timpang, akankah bermuara pada salah tanggap atau malah justru sebaliknya??? berkali kali Aina, meyakinkan hati. kebaikan yang teramat dalam menetap dihati sang suami justru membuat perempuan berjilbab ini terkesan gelisah. apa yang bisa dilakukan???!!! mendukung atau malah kata yang berlainan dari semestinya????
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Pengantin Bayangan (SELESAI)
  • Bukan wanita biasa (TAMAT)
  • KHODIJAH (SELESAI)
  • HADIAH DARI LANGIT [END]
  • Takdir cinta berawal masjid ( TAMAT )
  • 𝓥𝓮𝓷𝓾𝓼 𝓭𝓪𝓷 𝓝𝓮𝓹𝓽𝓾𝓷𝓾𝓼
  • Hai, Jodoh!! (End)
  • Tasawuf Cinta

(BOLEH FOLLOW SEBELUM BACA!!) *** Sempurna. Itu adalah satu kata yang menggambarkan dirinya. Tampan, mapan, tidak banyak bicara, protes, atau bahkan menolak semua keinginanku. Apa pun yang aku katakan, dia akan selalu mengangguk dan melakukannya. Bahkan mungkin saja--sekalipun dia tidak menyukainya. Dia akan tetap melakukannya. Itulah kenapa aku selalu menyebutnya sebagi suami sempurna. Aku tidak pernah tahu isi hatinya. Tapi karna aku tidak tahu isi hatinya, aku takut mencari tahu. Kami menikah bukan atas keinginannya, tapi di luar itu, dia berusaha keras untuk melakukan kewajibannya sebagai suami yang aku inginkan. Padahal, yang aku inginkan adalah dia bisa bersikap layaknya suami pada umumnya. Menolak ketika tidak suka, atau bertengkar dengan sesuatu yang kadang membuat kami tidak nyaman satu sama lain. Setelah itu berbaikan dan kembali bersikap biasa-biasa. Bukankah perdebatan-perdebatan kecil dalam rumah tangga itu biasa? Lalu kenapa dia tidak bisa? Sampai satu hal yang aku takutkan benar-benar terjadi. Karna nyatanya, dia tidak menginginkanku. Aku hanyalah Pengantin Bayangan di sini. Menggantikan seseorang yang tak bisa dia miliki.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo