HOPE
  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 6, 2019
Namanya Vania Keisya Salsabila, gadis manis yang mempunyai banyak harapan dan mimpi didalam hidupnya. Gadis yang selalu berusaha ceria meski dibalik kebahagiaanya terdapat berjuta kesedihan yang ia tutupi. Vania si ceria bak sebuah mentari yang cerah, namun terdapat kegelapan dibaliknya. takdir mempertemukannya dengan Julian Dia, Julian Melviano. Pemuda yang memiliki wajah sempurna dan ketenaran disekolahnya, ia berhati dingin, muka datar dan paling anti sama yang namanya cewek. Tapi bisakah Vanya meluluhkan hati Julian yang beku ? Atau Vanya akan menyerah ?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • AMERTA : The Last Embrace
  • RAKA
  • Little Tear's
  • Regret always comes later
  •   Dia nadine
  • MY LAST DECEMBER
  • Epiphany [Completed]
  • Mars dan Venus
  • Let Me Love You Longer

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines