Psycho Love (BDSM)

Psycho Love (BDSM)

  • WpView
    Reads 295,383
  • WpVote
    Votes 2,039
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 27, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Haha mau lari kmna sayang ? Hmm?" Sambil menyentuh dagunya. Yah lelaki didepanku ini adalah mangsaku . Dia meronta" "Haha mau sampai kapan dia akan kabur dariku" "Ahhh sayang kenapa kamu harus meronta begini ? Padahal aku ingin bercumbu dan bersenang senang denganmu" Dia terus ketakutan. Yah ini memang sangat menyenangkan Karena dia begitu takut. Aroma dia sungguh memabukanku selalu buatku ketagihan Aku meraba dadanya ku merasakan detak sangat kuat "Ahhh sayang detakmu sungguh kencang tidak apa" aku hanya ingin bermain denganmu" Dia menatapku ketakutan sembari telunjuk ku turun hingga ke juniornya Aku menjawab dengan ini juga sayang .
All Rights Reserved
#9
psycholove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • One Week Love 1 (completed)
  • Jangan Pergi, Ayi
  • Aku Adalah Lukamu
  • KIARA [END]
  • Horibble Woman (END)
  • Just Ordinary Love Of a Girl
  • Psychopat [SELESAI]
  • AL - TA [END]
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • DUTRA AZALEA (COMPLETED)

"Aku menunggunya, untuk melihatku..." Meski lincah, aku terkenal ceroboh. Aku tertawa sambil mundur, sebelum menyadari kalau aku menabrak. Kaget, aku malah tergelincir. Jadi aku menarik orang yang dibelakangku. Dia jatuh dan aku berhasil tetap berdiri. Hampir saja. Berniat kabur, dia menangkap tanganku. Tak menoleh, aku menarik tanganku. Tapi dia lebih kuat dan aku ikut terjatuh disebelahnya. Momentum membuat muka kami bertabrakan dan aku mencium pipinya. Sama-sama kaget. Kami menjauh. Dia salah satu teman dari cowok gendut tadi. Reflek, aku langsung menangkap rambutku yang berkeliaran untuk menutupi muka. Mendapati dia yang melotot sambil memegang sebelah pipinya yang bisa kulihat punya jejak lipstick-ku. "lo siapa?" dia menarik tanganku. Aku tak bergeming. Aku melihat kesampingnya dan berteriak, "selamat pagi pak dekan." Dia menoleh dan aku meloncat kabur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines