Gus Dan Gadis Bunga (End)
17 partes Continúa Di antara riuhnya Gebyar yang di adakan di Ryun internasional High school, Tsaqif As Sabiq, putra seorang kiai terpandang di kota Jakarta, melihatnya untuk pertama kali. Seorang gadis dengan wajah datar, Namun auranya terlihat selembut kelopak bunga dan menimbulkan tatapan yang menyimpan dunia yang tak ia mengerti. Ia tak tahu namanya, tak tahu dari mana asalnya. Yang ia tahu, sejak hari itu, bayangan gadis itu menetap di sudut pikirannya.
Tsaqif menyebutnya 'Gadis Bunga'. Sebutan yang terasa akrab, meski ia belum pernah mengucapkannya langsung. Ia mencoba mencarinya, menelusuri jejak samar yang ditinggalkannya di antara keramaian. Namun, seperti angin yang membelai lembut lalu menghilang, gadis itu seakan tak pernah ada.
Siapa dia? Mengapa pertemuan sesingkat itu mampu mengguncang keyakinannya? Di antara batas yang ia junjung dan perasaan yang tak bisa ia abaikan, Tsaqif mulai memahami bahwa takdir sering kali bersembunyi di balik teka-teki. Dan terkadang, sebuah nama bukanlah awal dari sebuah kisah-melainkan pencarian yang akan mengubah segalanya.
Namun, apakah takdir akan mempertemukan mereka kembali, atau gadis itu hanya sekuntum bunga yang mekar dalam ingatan?