puisi
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 6, 2019
Rasa takutku... Kini baru aku rasakan rasa takut itu seperti apa.. Rasa takut kehilangan seseorang yg paling aku sayang.. Jjr dulu aku tidak pernah peduli dengan kehilangan, karna dari kecil aku sudah banyak kehilangan orang2 yg aku sayang.. Ditinggalkan oleh orang yg aku sayang.. Namun aku tak pernah takut, seperti saat ini aku sangat takut kehilangan kamu,kamu yg sangat aku sayang yg sangat aku cintai.. Kamu yg bisa menghilangkan segala kegundaan yg slalu aku rasakan.. Bersamamu aku bisa tertawa bebas tampa beban,bersama mu aku tau arti nya cinta sejatiku.. Aku lemah,andai aku bisa menagis dipundakmu aku ingin menagis agar sedihku ketakutanku berangsur hilang.. Aku sangat ingin membahagiankanmu jika aku punya segalanya,aku akan berikan semua yg kamu butuhkan.. Namun sayang cintaku,aku tak punya apa-apa yg bisa aku berikan padamu ,aku hanya punya cinta yg tulus untuk mu. Aku tau itu saja takan cukup buat mu percaya padaku,bahwa ketulusan ku sungguh dari hatiku.. Aku tak tau lagi harus bagai mana agar aku bisa buat kamu bahagia bersamaku,yg aku bisa hanya berusa sekuat dan semampuku untuk mewujutkan impianku,memilikimu seutuh nya.. Aku yakin jika tuhan mengijinkan ku untuk memilikimu dia akan memberi jalan untuk aku dapat meminangmu..
All Rights Reserved
#178
suarahati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  •  Mengikhlaskanmu Di Ujung Senja (PROSES REVISI)
  • Berjanji Untuk Sehati
  • DikaRanggi
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • Mahligai Sunyi
  • di akhir perang
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • You are in my past and my future [END]

Tepatnya 1 tahun 8 bulan sudah akan tiba. Dimana masa-masa yang sangat sulit, hari demi hari beriringan dengan sunggingan senyum manis dihampiri dengan perasaan yang masih membekas_memar. Aku perlu tau, seakan menjadi topik pembicaraan kita tempo hari_desakku. Aku hanya perlu pahami;setidaknya masa lalu adalah gambaran yang telah usang. Tapi, masih saja kerap sekali kau jaga dari debu. Aku fikir, kau sungguh tiada berujung sedih_nyatanya pahit. Berulangkali aku sering tak sadar akan kehadiranmu; menghantui kesesakan dalam dada. Seharusnya aku sadar_membohongi diri. Sebenarnya jiwaku meronta_rapuh;tapi kakiku beku, lidahku kaku. Berbuat semauku pun tak mampu. Aku harus ceritrakan sepenggal kata ini_setidaknya pada bayanganmu, atau sebait kalimat ini ku sampaikan pada nafasmu. Aku menyerah. Ya, aku pernah menyerah dan berlabuh dihatimu karena rapuh_sama halnya sekarang aku ingin berhenti_lari dari kenyataanmu. Kau bahkan tidak mau tau tentangku_nalarku hilang. Sama persis saat aku pernah kekosongan_kau pun mengisi hariku. Bagaimana aku dapat berisyarat_bergerakpun aku tak sanggup. Aku bagai terjerat;buram;kelam. Hari ini aku akan pastikan kau tidaklah takdirku. Dimana aku bisa bebas dan terbang;melompat dan menerjang_tidaklah keingiannmu. Bermimpi tentangmu tak jua masuk dalam hariku_masih ada yang mengkait dikepalamu_aku hanya persinggahan. Ini terlalu sakit yang mendalam. Aku bisa apa? Coba jelaskan kepada selembar kertas jawabmu_mungkin aku dapati. Setidaknya kau tidak membiarkanku terjerat. Aku bisa berbuat apa dengan menjalani hubungan ini tanpa tulusmu mencintai kekuranganku. Aku tak mampu dengan keinginanmu. Aku sungguh tiada daya. Ku mohon maafkan kelemahanku. Itulah mungkin sebabnya kau masih mencari separuh yang pernah hilang dan tertinggal. Aku bersedia kau tinggalkan tanpa syarat apapun, asal titipkan salammu sebagai suatu tanda kau pernah menjadi penghias hariku_kelam. Aku bersedia_tinggalkan aku saja, mungkin itu lebih baik bagimu_kehilangan. April 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines