She Is Not a Pyscopath

She Is Not a Pyscopath

  • WpView
    Membaca 149
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Apr 7, 2019
apa yang kalian pikirkan jika mendengar kata 'psikopat'? tentunya sebagian besar orang akan berpendapat bahwa mereka adalah sekumpulan orang yang tidak manusiawi, dingin dan tidak berperasaan.bahkan diantara mereka ada yang berakhir menjadi seorang pembunuh yang keji. menurut mereka , psikopat adalah sampah masyarakat yang harus dimusnahkan dan pantas mendapat perlakuan yang sudah seharusnya mereka dapatkan.tapi kalian tidak tahu... Kalau tidak semua dari mereka seperti pendapat mu... ______________ Namaku Septiana Dwi Amelia. namun mereka biasa memanggilku Monster... Aku dibuang oleh kedua orang tuaku karena diduga telah membunuh adik kecilku bersama kedua pria pencuri yang membobol rumahku.. Saat mereka pulang, kedua orang tuaku melihat aku yang berdiri didepan jasad mereka memegang pisau tajam sambil tertawa tertawa layaknya seorang iblis.. Aku tinggal dipanti asuhan bersama bibi Marta.semenjak aku pindah gosip tentang diriku yang membunuh adikku sendiri menyebar luas ke seluruh penjuru panti. Perlahan tapi pasti mereka semua menjauhiku dan memperlakukan ku kasar. "Hei!anak aneh pergilah dari sini!." "Kau itu sangat memalukan tau gak?" "Orang gila!!!" akhirnya aku keluar dari panti bersama bibi Marta,aku bekerja sambil melanjutkan SMA sedangkan bibi mengurus rumah.. Semuanya sangat sempurna sampai akhirnya sebuah dendam lama kembali muncul setelah sekian lama dipendam.. Dan sekarang aku bertekad untuk membalas dendam ku apapun caranya.. Hingga aku bertemu dengannya.. Sosok pria dingin dan angkuh yang membantuku menyelesaikan dendamku Arya esa Mahadewa.. Anak seorang direktur utama sebuah perusahaan terkemuka di dunia yang berhasil meluluhkan dinding tebal dihatiku dan memberikan kekuatan untuk melawan monster dalam tubuh ini.. "Ohh..jadi kau mirip dengan apa itu ya..hmm psikopat?."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#931
psikopat
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Arunika
  • BACK [TERBIT]
  • Who is She? [END]
  • AILAH(END)✅
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • DI BALIK ANDROMEDA (END/REVISI ULANG)
  • ABINARA [SUDAH TERBIT]
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • ALLAND
Arunika

Baca aja duluu bestii, pasti menarik kok. Dijamin, hehe ____________ SMA Bumi Nusantara, sekolah terbaik di Indonesia. Dengan segudang prestasi yang mencetak para alumni berkualitas. Banyak media yang kerap memberitakan betapa unggulnya sekolah ini. Dan Keisya Renata, telah resmi menjadi bagian dari sekolah tersebut. Tapi Ironisnya, apa yang diberitakan tak sesuai realitas yang ada. Hukum dan sistem didalamnya tumpul ke bawah. Sekolah ini adalah surga bagi yang berkuasa, dan neraka bagi yang tak berdaya. Awalnya Keisya berpura-pura untuk tak peduli. Sampai akhirnya sebuah kasus menyeretnya untuk menjadi target para penguasa. Dari situlah perlawanan Keisya dimulai. ______ Keisya memejamkan mata. Napas gadis itu memberat. Ada dua hal yang bisa ia lakukan. Tetap diam, menahan semuanya, membiarkan ini berlalu begitu saja. Atau melawan. Tapi sialnya, darah Keisya sudah mendidih. Persetan dengan konsekuensinya. Tanpa peringatan, tangannya menepis cengkeraman Michella, lalu dalam gerakan cepat, ia memelintir tangan gadis itu. Michella berteriak. Wajahnya terkejut bukan main. Tapi Keisya tidak berhenti sampai di situ. Ia membalas jambakan tadi dengan lebih kasar, membuat Michella mengerang kesakitan. "Apaan sih lo?!" Michella mengumpat. "Apaan sih lo?!" Keisya menirukan nada suara Michella dengan mengejek. Lalu, dengan satu dorongan kuat, ia melempar tubuh Michella hingga gadis itu tersungkur ke lantai. Semuanya membeku. "Eh, berani banget sih lo-" Lucy maju, tapi Keisya lebih cepat. Satu tendangan terarah tepat mengenai perut Lucy, membuat gadis itu jatuh terduduk sambil meringis. Keisya menarik napas, lalu melempar tasnya ke lantai. Tangannya menggulung lengan seragam ke atas. "Yuk, rame-rame gue ladenin," tantang Keisya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan