Tidak tidak...
Aku bukan pendendam,
Bukan juga pengungkit,,,
Apa ?
Hanya karena aku mengutarakan terdahulu kau mengganggapku pendendam?
Bukannya kau yg membuat demikian,?
Akh aku biasa saja,,,,,tenanglah
Aku hanya mengingatkannya,,,,
Mengulasnya kembali, sebelun kau pikun
Kau menghancurkan harapanku?
Kau lupa?
Kau juga nyaris membunuhku
Kau lupakan itu?
Kau menyuapiku dengan egoismu,,,,
Oh iya aku lupa, kau pelupa
Aku tidak apa apa
Aku tidak dendam
Aku kasian kau sperti itu
Mari makan bersama di meja makanku
Kita menjadi kawan saat ini
Mewah bukan?
Iyaaa, nikamtilah
Tidakkah kau sadar, yg kau suap kedalam ragamu itu karmamu sendiri?
Aku menikmatinyaaa .aku gila.
Aku tahu dia ada di sini.
Aroma parfumnya tidak berubah sedikit pun-vanilla musk dengan sentuhan citrus. Di antara ratusan orang, aku bisa menemukannya hanya dari itu.
Perth.
Aku melihatnya tadi, bersembunyi di balik temannya. Masih sama seperti dulu-selalu berusaha menjauh saat merasa terancam. Tapi kali ini, aku tidak akan membiarkannya lari. Tidak lagi.
Dulu, aku kehilangan dia karena kesalahan yang bukan salahku. Karena manipulasi orang lain. Aku mencintainya, dan dia mencintaiku, tapi dunia memaksa kami saling menyakiti.
Sekarang, aku kembali ke masa lalu. Dengan segala kekuatan dan harta yang kumiliki, aku putar waktu demi satu hal: menyelamatkan Perth dari akhir yang menyedihkan. Dan aku tidak butuh dia tahu. Aku tidak butuh pengakuan. Aku hanya ingin dia hidup bahagia. Dengan atau tanpa aku.
Tapi aku akan tetap ada. Dekat. Diam-diam.
Aku akan mendekatinya perlahan. Takkan membuatnya takut. Takkan mengubah takdir secara kasar.
Cinta ini cukup kuat untuk menunggu.
Dan ketika dia siap... aku akan ada di sana. Tetap mencintainya, seperti sejak awal.