Story cover for Muse  by Lexyalexsandra
Muse
  • WpView
    Reads 281
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 281
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 11
Complete, First published Apr 07, 2019
Tidak tidak...
Aku bukan pendendam, 
Bukan juga pengungkit,,,

Apa ? 
Hanya karena aku mengutarakan terdahulu kau mengganggapku pendendam? 
Bukannya kau yg membuat demikian,? 

Akh aku biasa saja,,,,,tenanglah

Aku hanya mengingatkannya,,,,
Mengulasnya kembali, sebelun kau pikun

Kau menghancurkan harapanku? 
Kau lupa? 
Kau juga nyaris membunuhku
Kau lupakan itu? 
Kau menyuapiku dengan egoismu,,,,
Oh iya aku lupa, kau pelupa

Aku tidak apa apa
Aku tidak dendam

Aku kasian kau sperti itu

Mari makan bersama di meja makanku
Kita menjadi kawan saat ini 

Mewah bukan? 
Iyaaa, nikamtilah

Tidakkah kau sadar, yg kau suap kedalam ragamu itu karmamu sendiri? 

Aku menikmatinyaaa .aku gila.
All Rights Reserved
Sign up to add Muse to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Tell The World I Love U cover
Remember Me As A Time of Day✅ cover
Painful Reality cover
Cheater cover
Let me choose [TERBIT] cover
Sadness cover
Distance  cover
HOME (JENLISA) ID cover
Wrong Feeling ~Namon~ cover

Tell The World I Love U

57 parts Ongoing Mature

Aku tahu dia ada di sini. Aroma parfumnya tidak berubah sedikit pun-vanilla musk dengan sentuhan citrus. Di antara ratusan orang, aku bisa menemukannya hanya dari itu. Perth. Aku melihatnya tadi, bersembunyi di balik temannya. Masih sama seperti dulu-selalu berusaha menjauh saat merasa terancam. Tapi kali ini, aku tidak akan membiarkannya lari. Tidak lagi. Dulu, aku kehilangan dia karena kesalahan yang bukan salahku. Karena manipulasi orang lain. Aku mencintainya, dan dia mencintaiku, tapi dunia memaksa kami saling menyakiti. Sekarang, aku kembali ke masa lalu. Dengan segala kekuatan dan harta yang kumiliki, aku putar waktu demi satu hal: menyelamatkan Perth dari akhir yang menyedihkan. Dan aku tidak butuh dia tahu. Aku tidak butuh pengakuan. Aku hanya ingin dia hidup bahagia. Dengan atau tanpa aku. Tapi aku akan tetap ada. Dekat. Diam-diam. Aku akan mendekatinya perlahan. Takkan membuatnya takut. Takkan mengubah takdir secara kasar. Cinta ini cukup kuat untuk menunggu. Dan ketika dia siap... aku akan ada di sana. Tetap mencintainya, seperti sejak awal.