Al.Al

Al.Al

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 7, 2019
"berjalan di ujung harapan rasanya seperti berjalan diatas batu kerikil. Sakit sih tapi apa boleh buat hati selalu saja memberontak ketika logika ingin sekali berhenti untuk berjalan" -alana Addison- "Ingin rasanya kembali ke masa dimana dia masih mengharapkan hati ini,tapi waktu mulai menjalankan tugasnya dengan memberikan keadilan dihidupku,dulu aku mengacuhkannya Sekarang aku menyesalinya, sungguh aku benar-benar menyesal,akankah tuhan berbaik hati dengan mengembalikannya seperti dulu" -aldo Siregar- "Menatap dia dari jauh saja sudah membuat sesuatu didalam diriku bergetar,ingin sekali berucap padanya bahwa aku disini mencintainya,tuhan akankah dia mencintaiku, melirikku kebelakang jika aku sudah menanti hatinya sejak lama" -alvaro Pradipta- --- Hola hola guys ini cerita gw yang ke 1 heheh siapa tau kalian suka:) Jangan lupa follow and vote ya guys Mohon kebaikan hatinya:)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EPIPHANY
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Mencintaimu Dalam Diam     (On Going)
  • Ketraka Mafy
  • God's Surprise ( Slow Update )
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Alice [Completed]
  • PILIHAN
  • Is There Hope [Completed]
  • LEITHLEACH
EPIPHANY

Rania berada di ambang kebingungan. Antara memilih Elang atau 'dia' yang sebelumnya pernah ada di hatinya. Hubungan yang awalnya berjalan baik-baik saja, perlahan retak di saat Rania mencoba untuk pergi tanpa melukai. Namun, Rania melupakan satu hal yang pernah Elang katakan. Perihal laki-laki cuek itu yang tak suka dibohongi, dikhianati, dan dipermainkan hatinya. Bahkan dia juga melupakan beberapa hal penting lainnya. Perihal bahwa dirinya adalah salah satu kesukaan Elang akhir-akhir ini. Di titik ini, Rania mencoba untuk menyatukan dua hal tersebut sekaligus. Bisakah dirinya pergi tanpa melukai? Atau bahkan Elang sendiri yang akan mundur setelah mengetahui siapa laki-laki yang sempat singgah di hati gadis manis yang disukainya? * * * "Maaf, Elang. Di sini aku mau kamu paham bahwa yang selalu ada, tak menjamin akan menjadi peran utama. Karena bagiku, kamu hanyalah peran pengganti yang kebetulan bersedia untuk menyembuhkan luka yang pernah diciptakan olehnya." Benarkah hubungan keduanya kandas sampai di sini? * * * Salam sayang, Nur Azizah

More details
WpActionLinkContent Guidelines