VININDYA

VININDYA

  • WpView
    GELESEN 157
  • WpVote
    Stimmen 21
  • WpPart
    Teile 4
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Sep. 21, 2019
"Lo tau ngak kenapa gw lebih milih dia dari pada Lo!!" "Lo tau ngak kenapa akhir-akhir ini gue lebih milih menjauh dari lu hah!!" Kata Indi yang sudah muak dengan sikap Brata. "Gw ngak tau ndy, tapi gw moh..." Belum selesai Brata mengucapkan apa yang ia ingin katakan, Indy langsung memotongnya. "Lo itu ngak tau diri, songgong, ngak punya hati, ngak punya perasaan, dan yang paling penting itu sifat lu kek DAKJAL, TAU NGAK LU SETAN!! GUE UDAH MUAK SAMA SIKAP LU TAU NGAK, MENDING GW SAMA DIA YANG LAGAKNYA KEK PEREMPUAN DARI PADA SAMA LU YANG SAGAK NYA UDAH MACEM BABI YANG DIIBARATIN ENAK TAPI HARAN TAU NGAK!!!" Ucap Indy mengebu-gebu. "Ndy...ndyy kok lo ngatain gw kek begitu sih ndy, terus apa lagi itu enak tapi haram, lo mah ambigu. Dah lah lo mahhh, gw kudu ginana??" Ucap Brata membujuk Indy dan bercanya apa yang harus dia lakukan> "Minggat lo sana, jangan buat gw tambah marah dan jangan ke rumah lagi tidur lu di luar bareng si Moci." Ucap Indy lalu pergi meninggalkan Brata yang sudah inggin menangis darah saja.
Alle Rechte vorbehalten
#275
perasaan
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Eat, Bread and Love (TAMAT)
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Sakura✔️
  • Naughty Nanny
  • CINTA SELEBGRAM DAN TUAN CEO (SELESAI)
  • Belia & Keandra (END)
  • ice bear kesayangan
  • destroyed °||on going||°

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien