Aku suka BELANJA!
Jika seorang guru atau siapapun didunia ini bertanya kepadaku tentang hobi, maka tentu saja hobiku adalah BELANJA. Dirumah, aku memiliki 5 lemari yang berisikan semua belanjaanku, mulai dari baju, tas, sepatu, bahkan buku dan barang lainnya yang menurutku menarik. Semua tersusun rapih didalam ruangan yang aku namai, Shella's Room.
Tapi tiba-tiba, mama bilang ia punya rencana untukku. Mama lebih suka menyebutnya Summer Plan. Rencana apa yang mama buat untukku saat musim panas tiba? Ah aku tidak peduli, yang kupedulikan hanyalah imbalannya yaitu mama memperbolehkan aku untuk belanja selama 2 hari dan tidak terbatas!
"Shella, kalau kamu sudah setuju dengan keputusan kita, maka tidak bisa dibatalkan apapun alasannya!" ucap mama dengan nada mengintimidasi.
"Tentu saja, mama," jawabku mantap, setuju dengan ucapan mama. Toh, mana mungkin mama menyuruhku untuk melakukan hal aneh, misalnya seperti bunuh diri? Aku yakin mama masih sayang padaku.
"Sekarang mana uang belanjanya, ma?"
Summer Plan itu ternyata sesuatu yang tidak pernah diduga oleh Shella.
[REUPLOADED - 25 MAY 2018]
FULL STORY - SAME STORY
Lexa tak pernah menyangka kesialannya di pagi cerah di awal bulan itu menyebabkan petaka. Pak Leo, bos sekaligus pemilik perusahaan Tantradinata, memintanya untuk membuat anaknya jatuh cinta padanya. Bukankah itu terdengar gila?
Ezar jelas tau kepulangannya dari Hamburg membawa petaka yaitu ia lagi-lagi dipaksa menikah. Bukan karena ia tidak normal--well, you know, gay. Namun dia masih ingin menikmati masa-masa bebasnya sebagai Indonesia's Most Wanted Eligible Bachelor.
Awalnya, Ezar berfikir semuanya akan parah jika ia disuruh menikah, dan setelah mengetahui bahwa ia disuruh mendekati sekretaris gila nan galak itu, dia tahu, semuanya akan jadi... menarik.
Dan semua jalan cerita bisa berubah ketika takdir menyentuhnya. Bagaimanakah perjalanan gila ini akan berakhir?
---
"Dibalik perjalanan pria sukses ada wanita hebat disampingnya. Dan dibalik kehancuran kesuksesan pria, ada wanita lain dibelakangnya."
Copyright: MERRY ANNE - 2015