My High seas

My High seas

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 29, 2020
Malam itu dia mengajakku ke pantai, Katanya laut lepas lebih indah di pandang saat malam, pantulan cahaya lampu dari pinggir pantai membuat air laut seperti memliki nyawa, lampu - lampu kapal yang sedang berlayar menciptakan keindahan tersendiri bagi lautan. Tapi itu menurut dirinya, berbeda denganku, menurutku laut lepas saat malam yang ia ceritakan tak seindah senyum lepas yang ia pancarkan saat itu. Indah dan bercahaya. "Kenan aku haus" Ucapannya membuayarkan lamunanku malam itu, "tidak tepat!" aku mendengus kesal "apanya?" Ia kebingungan "kau mengganguku!" entah kenapa aku jadi kesal "mengganggu? Memangnya kau sedang apa?" tatapannnya menyelidik "memandang ciptaan teridah tuhan" aku kembali luluh, wajahnya yang imut membuat kesalku lenyap entah kemana. "ya nanti lagi mandangin lautnya, aku haus Ken" ia merengek. "bukan laut tapi kamu". gadis cantikku menggelengkan kepala sambil tersenyum, pipinya sudah seperti kepiting rebus, imut sekali. Aku mencubit pipinya gemas sebelum membelikan minuman untuknya. "jangan kemana mana" ucapku sedikit berteriak karena jarakku sudah sedikit jauh dengannya. Penasaran dengan cerita ku bersama ciptaan terindah tuhan? Tunggu saja, akan segera aku ceritakan semuanya, dari awal pertemuan kami😉
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love in Difference
  • Semu [Completed]
  • Standing With You (gxg) (completed)
  • Asing kembali Asing🌜🌚
  • Origami Alfiolita (End)
  • ARGA [REVISI]
  • Three Targeted Girls!!
  • U'RE MINE [END]
  • My Badboy Boyfriend
  • VALERIE

🗣 Orang medan wajib baca. Gaya bahasa asli medan. Hari hariku selalu menyenangkan bersama kelima temanku. Tapi setelah bertemu dengan dia, hari demi hari yang kujalani menjadi berbeda. "Astaga, lalap mukakmu aja yg kutengok." ketusku padanya. Tapi dia hanya memamerkan sederet gigi putihnya dan menampilkan bolongan di pipi kirinya. Ah manisnya, Boleh jugalah kalok kudekatin. Batinku. "mau ngapain sih kau?" tanyaku sedikit marah "Gak nyangka aku bakal jumpa kau lagi disini. Pasti kita jodoh." jawabnya tanpa dipikir dulu ..... "Jangan liatin Hp terus, aku mau ngomong ini" pintanya padaku "Ish. Yaudah cepat, kau cuman kukasi waktu 10 menit untuk ngomong. Cepat!" perintahku padanya "Oke. Mungkin kau masih marah samaku atas kejadian semalam dan aku mau minta maaf udah buat kau ngerasa malu. Mungkin kita belum kenal dekat, tapi setidaknya aku mau kita bisa berteman." pintanya dengan suara penuh harap dan penekanan setiap katanya. "Permintaan maafmu kuterima, tapi untuk melupakan kejadian semalam mungkin belum" Timpalku panjang lebar

More details
WpActionLinkContent Guidelines