Harapan manusia

Harapan manusia

  • WpView
    Membaca 4,759
  • WpVote
    Vote 151
  • WpPart
    Bab 16
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Apr 28, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
Harapan manusia, adalah sebuah permintaan yang terkadang tidak bisa terpenuhi dan timbul sebuah kesakitan batin/luka. Disini aku mengungkap sedikit tentang pemberontakan isi hati yang terbungkam oleh peraturan dalam sebuah hubungan dan harapan harapan yang salah tempat👌🏻
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#27
komitmen
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Sudut Luka Nazea
  • Just about my feeling 💜
  • Hijrah Cinta Sang Akhwat Fillah
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Love And Hate (TERBIT)✔️
  • Queen [ tahap revisi ]
  • SENYUMAN TERAKHIR (On-going_Revisi)
  • Aleysha Please Don't Go!
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Hopeless

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan