I'M OK
  • WpView
    Reads 323
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 21, 2020
Sungguh... Aku baik-baik saja Tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan Jangan mendekat, jangan peduli Aku benar-benar baik-baik saja Aku masih bisa berdiri diantara ribuan pedang yang tertusuk padaku Diriku masih mampu menahan semua beban... Percayalah... Ku mohon... Jangan berbalik hanya sekedar untuk melihat ku yang jatuh Jangan berbalik! Aku baik-baik saja Sungguh... *** "hey!" ucap Bagas. "apa!" balas Intan. "aku mencintaimu!" teriak Bagas di tengah jalan. Intan hanya terdiam di sebrang jalan. Semua fans Bagas berada di belakang Bagas menatap Intan dengan tatapan membunuh. "urus dulu fans mu tuh!" balas Intan sambil meninggalkan Bagas. "aku berjanji, akan melindungimu. Tak peduli apa yang kau katakan, tak peduli dengan apa yang mereka katakan tentang dirimu.. Aku tetap akan selalu mencintaimu. Aku akan menjagamu. Hingga kamu tidak akan meninggalkan ku." ucap Bagas yang membuat langkah Intan terhenti. Bagas berjalan mendekati Intan dan memeluknya. " aku berjanji" ucap Bagas sambil memeluk Intan. Cover by @itsmesabil
All Rights Reserved
#48
intan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Numbness (selesai)
  • Bagaskara [TAMAT]
  • Prestige
  • The Perfect Boy ✔
  • Cheerful Girl [ENDING]
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • First Love And Last Love(✔)🔚

Highest rank : #1 in boyfriend [15 januari 2019] "Jauh-jauh dari gue!" Ia mengibas-ngibaskan tangannya, seolah mengusir. Mau tidak mau Adel menurut, ia mundur dengan senyuman yang masih mengembang. "Jauh lagi!" Adel mundur lagi. "Lagi!" "Terus, lagi!" Adel terus mengikuti ucapan Bagas, dan senyumannya semakin lama kian sirna. "Udah, stop! Lo harus jaga jarak sama gue kayak gini. Kalo lo berani deket-deket, kita end!" sungut Bagas sambil memperagakan gaya menggorok leher. Bibir Adel mengerucut. "Ih, gue jadi kayak penguntit tau nggak, Gas?!" "Gas gus gas gus! Lo kira gue elpiji!" ucap Bagas tak terima dengan namanya yang disingkat-singkat dan malah jatuhnya seperti gas elpiji. Adel cengengesan. "Jadi, gue manggilnya apa, dong? Ba? Atau..... Sayang?" -------- Copyright 2018 @windchenchaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines