A Double ( who are you? )

A Double ( who are you? )

  • WpView
    Reads 192
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 25, 2020
Ini bukanlah kisah cinta tentang seseorang yang memiliki kepribadian ganda, namun ini kisah dua orang yang mempunyai wajah sama tetapi tidak mempunyai hubungan darah sama sekali dan sama-sama jatuh cinta pada gadis yang sama. *** Rayhan ingin menolong Mishall keluar dari akar-akar masa lalu yang membelenggunya. Gadis itu takut dan tidak siap jika harus keluar dari belenggu-belenggu itu dan harus menerima kenyataan pahit yang tidak bisa dia terima. Dia lebih memilih bersembunyi. "Mimpi itu ... mimpi itu datang lagi, Fan ..., aku takut jika mimpi itu akan jadi kenyataan. Aku nggak mau kehilangan kamu, Fan ...." "Andai lo tahu, Shall. Itu bukan mimpi, itu kepingan masa lalu lo yang lo kubur karena lo nggak mau menginjak pecahan-pecahan kepingan masa lalu lo yang akan membuat lo terluka. Dia emang udah nggak ada. Ini aku, bukan dia. Kapan lo bakal mencintai gue seperti lo yang begitu mencintai dia? Gue pengen lo mencintai gue sebagai gue bukan sebagai dia. Karena sekarang lo udah berhasil mengalihkan tujuan hati gue untuk berlabuh dan memilih lo sebagai tempat pelabuhannya." *** Aku rela jadi sepatu sebagai alas kakimu agar kamu tidak merasakan sakit lagi saat berjalan mengitari masa lalumu dimana jalan itu akan ada pecahan-pecahan kepingan masa lalumu yang membuatmu terluka. -Raffasya Rayhan Shakiel- *** Dipublikasikan 21 April 2019
All Rights Reserved
#156
amnesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Bad Girl vs Cold Ketos [Sudah Terbit]
  • REYRA🍁 [TERBIT]
  • RAYYA & REVAL (completed)
  • Cahaya [COMPLETED]
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Because I'm Stupid (End)
  • SELF LOVE
  • "Singgah"
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines