30 Days [TAMAT]

30 Days [TAMAT]

  • WpView
    Reads 307,721
  • WpVote
    Votes 16,010
  • WpPart
    Parts 76
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 5, 2019
"Susah banget deh buat gue untuk lari, eh salah! maksud gue 'seneng'. Ya emang bener sih gue juga susah untuk lari, yaiya lah secara badan gue di atas rata² gitu. Oke next, gue pernah kok ngerasa seneng dan jadi diri gue sendiri sepenuhnya untuk pertama kali di depan cowok haha, yaps! Gue jomblo akut dulu. Sebelum datangnya cowok yang gue bingung kenapa mau sama gue, apalagi dia terkenal. Padahal cowok² lainnya aja males liat gue. Tapi kesenangan itu gak bertahan lama, dia cuma mainin gue! Gue terlalu bodoh selama ini, yang ternyata gue cuma jadi barang main taruhan. 30 hari itu jadi hari menyenangkan dan sekaligus menyedihkan untuk gue, menyedihkan karena susah untuk dilupakan! Dia berhasil hancurin gue." •Ebi Chloe "Fu*k! Kenapa sakit banget liat dia nangis dan pergi karena gue? Aaarrghhh!" •Samuel Agrano Mula nya teman-teman Sam menantang Sam untuk membaperi Ebi, cewek bertubuh gemuk yang tidak suka dengan Sam.Yang nanti nya dimana Sam bisa berhasil, Sam akan mendapat hadiah yang menurut ia cukup menarik. Misi berhasil! Ebi yang menjadi korban tersebut pun juga sudah jauh dari kehidupan Sam. Sam merasakan ada yang hilang darinya. Sam tidak sadar bahwa dirinya pun sudah ikut terjerat dalam permainan nya sendiri!
All Rights Reserved
#15
gendut
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AL AL GANG [Complicated]
  • sorry (COMPLETE✔✔)
  • AFIKA [ END✔ ]
  • I'm a Girl, Bos!
  • DRYSTAN (End)
  • RAGNALA [END]
  • RAISEN
  • KAITSAR ELGAMA [END]
  • My Boyfriend Is Like Ice

Terdapat dua anak kecil yang gembira sedang bermain ditaman dan bercanda ria. Yang cewek namanya Lexa dan yang cowok namanya Al. "Xa, jangan nangis dong? Nanti aku beliin es klim lagi deh." Kata si cowok agak pelo. "Benelan, tapi yang banyak ya." Kata si cewek berhenti menangis sambil usap ingus nya. "Kita kesana yuk." Ajak si Al ke dua ayunan di taman tersebut. "Ayok." Kata Lexa semangat. Sambil main ayunan mereka berdua bercanda ria. Tapi Lexa takut bilang ini ke Al karena Lexa udah nyaman sama Al walaupun baru beberapa hari kenalnya. "Al." Panggil Lexa agak takut. "Ada apa, Xa?." Jawab si Al sambil ayunin ayunannya si Lexa. "Aku mau bilang sesuatu tapi Al gak boleh malah ya?." Sambil nunjukin kelingkingnya ke Al dan dibalas oleh Al. "Iya aku gak bakal malah kok." Kata La meyakinkan Lexa. "Lexa, besok disuluh papa sama mama pindah ke Belanda dan tinggal disana." Sambil nangis sesegukan karena dia gak bakal ketemu sama sahabatnya lagi. "Kenapa besok? Gak bisa ditunda aja." Dia bertanya sambil peluk Lexa tulus. "Katanya gak bisa, maafin Lexa ya Al. Lexa harus pergi jaga ini baik baik. Kalo Al kangen Lexa pandang aja buku ini." Sambil menyodorkan sebuah notebook yang berisi foto mereka berdua sedang bercanda dan menangis bersama. "Maafin Al ya, udah buat kamu nangis kayak gini. Kalo udah besal nanti kita pasti ketemu kok." Kata Al agak cadel. "Maafin Lexa ya, pasti nanti Lexa kangen banget sama Al." Masih menangis di pelukan Al. Yang bisa mereka lakukan adalah menerima kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Dan hari ini mereka hanya menghabiskannya untuk melepas rindu sebelum Lexa pergi ke Belanda.

More details
WpActionLinkContent Guidelines