We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Refan & Arli

Refan & Arli

  • WpView
    Reads 112
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 3, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Arliane Shaboco. Manusia paling benci dengan masa lalu-nya Refan Richard. Karena menurut-nya terlalu ribet. 'Padahal sudah bagian masalalu-nya, lalu mau apa lagi dia datang kembali dengan mengungkit-kan masalalu? Galaku apa gimana? Dia kan sudah punya pacar!' begitu kata hatinya setiap melihat masa lalu-nya Refan yang sangat Ribet. "Ref ini pacar kamu yang sekarang" tanya si masalalu Refan. "Hm" balas Refan singkat karena malas meladeni masalalu-nya itu. "Hei, kenalin gue Agata masa lalunya Refan, yang padahal ga pernah berharap jadi masih lalu nya, karena gue sayang banget sama dia" jelas Agata, yah masalalu-nya adalah Agata. Arli yang di jelaskan seperti itu hanya melipat tangan-nya di depan dada dan tersenyum sinis "oh ya? Gue sih ga nanya dan ga sudi balas uluran tangan lo yang notebene masa lalunya refan" ucapnya, ia melirik Refan sekilas dan datar, lalu mulai melangkah kan kakinya entah kemana.
All Rights Reserved
#237
dekel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • SELA ta KEY [END]
  • GUNFA
  • Hope is a dream that is doesn't sleep
  • REUNI (Enam)
  • DOSEN STRES!!
  • Unplanned marriage
  • " To Love ,To Lose "
  • RIBET - [ SELESAI ].
  • LOVEABLE

SELESAI REVISI | CERITA SELESAI | PART LENGKAP --- "Damar! Lepasin aku!" "Fabian itu siapa, hah?! Kenapa kau akrab banget sama dia?!" "Dia cuma teman, Damar! Lepasin aku!" "Cuma teman?! Kau pikir aku bodoh?!" "Da-Damar... Apa yang kau lakukan?!" Namun Damar sudah tenggelam dalam emosinya. Jemarinya merobek paksa kancing kemeja gadis itu, satu per satu kancingnya beterbangan ke lantai. "Jangan! Damar, tolong!" Air mata Chelsie mengalir, tapi tangannya tak mampu menahan dorongan kasar lelaki itu. Semua terjadi begitu cepat. Suara gesekan kain, tubuh yang meronta, air mata yang mengalir tanpa henti. Dan akhirnya... semuanya hancur. Keheningan yang menyesakkan memenuhi ruangan setelah semuanya berakhir. Nafas Damar masih terengah, tubuhnya kaku, jari-jarinya masih mencengkeram sprei yang berantakan. Baru saat itu ia sadar... apa yang baru saja ia lakukan? Di depannya, Chelsie terdiam dengan tatapan kosong. Roknya sudah tersingkap, kemejanya terbuka berantakan, dalamannya entah ke mana. Air mata terus mengalir, membasahi pipinya yang pucat. Damar menatap tangannya sendiri, seolah baru sadar bahwa jemari itulah yang telah merusak segalanya. Ia mencoba mendekat, tapi Chelsie tiba-tiba menjerit dan melempar benda apa pun yang ada di dekatnya-bantal, gelas, bahkan jam meja yang nyaris mengenai kepala Damar. "Pergi! Jangan sentuh aku! Dasar monster!" Suaranya pecah dalam raungan penuh kebencian dan luka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines