Orange Sun [Hindia Belanda] REVISI

Orange Sun [Hindia Belanda] REVISI

  • WpView
    Reads 1,751
  • WpVote
    Votes 231
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadComplete Sun, Apr 5, 2026
NOTE: MASIH PERBAIKAN Fiksi. Kisah ini sepenuhnya karya asli saya sendiri, tanpa menyalin cerita orang lain dan saya tidak menggunakan AI. Awalnya ditulis dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, jadi maaf kalau terlalu formal atau ada bagian-bagian yang belum dibenerin. Maaf jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, dll. Maaf jika ada kesalahan dalam kata, tata bahasa, tanda baca, dll. ---------------------------------------- "Tetapi, salah satu patah hati terbesar aku adalah hari aku kehilangan sahabatku, Werner. Aku tidak pernah membayangkan hidupnya akan berakhir seperti itu. Aku tahu bahwa hidup harus terus berjalan, jadi aku mencoba melupakan semua yang terjadi di masa lalu dan menjalani hidup aku bersama Angelika dan anak-anakku. Tak pernah lagi ku injakkan kaki di negeri itu, ku tinggalkan semua kenanganku bersama Werner dan sahabat-sahabatku disana, Tak pernah lagi ku coba untuk mengingatnya walaupun terkadang ingatan tentang mereka sering terlintas dipikiranku tanpa izin." - Ruben Schouten
All Rights Reserved
#28
belanda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Coffee Late Night
  • Kasus Rahasia
  • My Littel Wife From Russia [Naruto x Roshidere Altenative Story]
  • Zed
  • Timun Mas: The Idol Born From The Cucumber
  • The Seasons : La Lune [TELAH TERBIT]
  • ...
  • between me, you and the old tree
  • 𝙀𝙜𝙤 ; 𝘕𝘰𝘯 𝘱𝘰𝘴𝘴𝘶𝘮 𝘥𝘪𝘤𝘦𝘳𝘦   {TAHAP REVISI!}
  • The Light, Its Dark, and Hope

Di balik megahnya gedung-gedung Tamara High School-sekolah swasta paling elit di kota-terdapat sosok siswa sederhana yang tak pernah luput dari perhatian: Aksara Pradipta. Bukan karena pakaian mahal atau nama belakang bergengsi, tapi karena kepintarannya yang mencolok dan kerendahan hatinya yang langka. Aksara adalah siswa beasiswa-satu dari segelintir yang berhasil menembus seleksi super ketat untuk bisa duduk di bangku sekolah para anak orang berkuasa. Di siang hari, ia bersaing di kelas dengan anak-anak konglomerat. Di malam hari, ia meracik kopi sebagai barista di Butterfly Café, menyambung hidup dan mimpi yang belum sempat ia sampaikan pada siapa pun. Tak ada yang meremehkannya. Justru sebaliknya-Aksara dicintai banyak teman karena kepribadiannya yang hangat dan ceria. Namun di balik senyum ramahnya, ada satu kisah yang tak semua orang tahu: hubungan rumitnya dengan Vera Tamara. Vera adalah putri pemilik sekolah. Cantik, berkuasa, dan dikenal temperamental. Apa yang ia inginkan, harus ia dapatkan. Dan saat ia menginginkan Aksara, tak ada yang berani bertanya kenapa. Termasuk Aksara sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines