We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kepingan Rindu

Kepingan Rindu

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 14, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Kisah dari seorang anak yang sangat merindukan ayah dan bundanya. Apalah daya dia hanya bisa menyampaikan rasa rindu yang selalu ia sematkan dalam do'a. Rapuh? Ya!! Hatinya begitu rapuh.. Dia adalah Alisya al-farizi.. Bagaimana rasanya menunggu? Bertahun-tahun bertahan? Bagaimana rasanya memiliki, tapi tak pernah bisa engkau gapai? Apakah hanya rindu yang bisa ia rasa, kapan temu menyapanya untuk kembali bersama.... Cooming soon nih😘 Btw, penasaran gak sihh? C'mon baca ya!! Jangan lupa follow🙌 butuh follback? Dm aja gih😉 Ohiya lupa bilang.. 🔥Don't copy paste my story. That's real my imagination🔥
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • HADIAH DARI LANGIT [END]
  • Yes, I'm Strong! [COMPLETED]
  • AVOID
  • Silent Obsession
  • RAPUH
  • Allah, Masihkah Kau Bersamaku? [Telah Terbit]
  • ANAK YANG DI LANGGAR
  • Anna's Secret [END]
  • Full Of Scratches

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

More details
WpActionLinkContent Guidelines