Sama Tapi Beda

Sama Tapi Beda

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 23, 2021
Arga Dewantara, ditinggalkan orang yang dicintainya untuk selamanya, membuat Arga menjadi pribadi yang tak pernah tersenyum, irit bicara dan anti dengan perempuan. Hingga suatu hari ada anak baru disekolah Arga. Anthea Elvira Putri gadis yang memiliki paras yang sama dengan perempuan yang dicintai Arga. Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah kisah mereka berdua akan berjalan mulus atau tidak? Start: 23 November 2021 Finish:
All Rights Reserved
#454
kirana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • guru yang menyukai murid
  • KATAKAN itu CINTA
  • My Perfect Ice Prince 💫Completed💫
  • Crazy Over You ✔
  • Di Kota Tempat Kamu Berada
  • Kaka&Rara [Completed]
  • ARGARA (End✔️) New Version 📌
  • Like A Novel

Bab 1 - Guru Baru Bernama Arga SMA Nirwana kedatangan guru baru Bahasa Indonesia: Arga Mahendra, pria 28 tahun, berwajah tenang dan penuh wibawa. Meski belum menikah, sikapnya dewasa dan penuh pengertian, membuat banyak siswa segan namun penasaran. Di kelas XII-3, seorang siswi bernama Tara Kirana dikenal bandel, tapi cerdas. Hobinya menulis puisi satir dan mengganggu guru. Namun saat bertemu Pak Arga, ia menemukan lawan yang tak mudah dipatahkan. --- Bab 2 - Esai yang Membuka Luka Dalam tugas ujian akhir semester, Tara menulis esai berjudul: "Guru yang Tak Pernah Tahu Aku Sedang Jatuh Cinta." Arga membacanya larut malam. Kalimat-kalimatnya tajam dan jujur. Ia tak tahu harus tersenyum atau khawatir. > "Kau tahu rasanya mencintai seseorang yang bahkan tak boleh kau tatap lebih lama dari lima detik?" Bab 3 - Kopi, Kelas, dan Kode Diam Kedekatan perlahan tumbuh. Tara mulai sering membantu di perpustakaan, hanya agar bisa melihat Arga lebih lama. Arga mulai gelisah, tapi tak bisa mengusir Tara. Mereka berbicara tentang sastra, tentang kehidupan, dan tentang kehilangan. Namun semua masih dalam batas guru-murid... sejauh mungkin.

More details
WpActionLinkContent Guidelines