Where the Sun Never Touches

Where the Sun Never Touches

  • WpView
    Reads 1,953
  • WpVote
    Votes 350
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 24, 2026
Audiya Kasih Asmara pernah bermimpi: masuk sekolah favorit, mencetak prestasi tertinggi, kemudian berdiri di puncak dengan penuh kebanggaan. Sayang beribu sayang, dia justru terjebak dalam bangunan yang lebih banyak diisi anak-anak nakal dibanding siswa penuh penghargaan. Lingga Dharma Askara tidak pernah percaya pada harapan. Baginya mimpi hanya akan menciptakan luka. Ia memilih menjalani hidup apa adanya, meski dari sudut yang paling dalam tersimpan keinginan kuat yang tidak pernah terucap. Awalnya Audiya dan Lingga cuma sebatas teman kelas biasa, sebelum masing-masing sahabat ternyata sedang melakukan pendekatan dan berakhir mereka jadi ikutan dekat. Harusnya, Audiya dan Lingga hanya membantu jalannya romansa teman-teman mereka, sebelum pada akhirnya Lingga menunjukkan sikap yang menyebabkan hati dan pikiran Audiya semakin tidak sejalan. Seakan masih belum cukup, intensitas interaksi keduanya makin pelik ketika dunia seolah membuat mereka tanpa sengaja untuk saling menyentuh batas privasi masing-masing. Obrolan santai berubah menjadi debat kekanakan, sekaligus semakin membuat keduanya menjadi lebih saling memahami dan saling ingin menyembuhkan. ______________________________ Start : 21 September 2025
All Rights Reserved
#62
insecure
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EITHER WAY
  • Summer Of '22
  • Adoring Doyoung | Kim Doyoung
  • KULL : Our 3000 Memories
  • Weather After Wholeness [END]
  • Secret Rendezvous
  • Restart
  • Sweetest Lie | Han Yujin [END] ✓
  • Incredible Feeling
  • Virgo: A Kind of Magic [END]

Either way, the swan still drifts away, while I stay. *** [FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA, ADA BEBERAPA PART YANG DIPRIVATE] *** [17+] *** Nara memahami sejak awal bahwa tidak semua jalan membawa pulang. Beberapa hanya mengajarkan cara bertahan, sisanya mengajarkan cara merelakan. Ia berdiri di persimpangan yang sunyi, tetap tinggal berarti terus mengalah, pergi berarti meninggalkan hal-hal yang pernah ia jaga sepenuh hati. Tidak ada keputusan yang benar-benar adil. Setiap pilihan memiliki kehilangan yang berbeda. Diam menyimpan luka, bersuara berisiko merusak segalanya. Nara belajar bahwa waktu tidak selalu memberi jawaban, kadang hanya memperjelas rasa yang tak pernah dipilih. Di titik itu, Nara mengerti satu hal, entah bertahan atau melepaskan, ia tetap harus membayar dengan perasaan yang sama dalamnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines