Past Stories
  • WpView
    Reads 270
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 18, 2019
Menurut Azka cinta itu ibarat kopi Terkadang terasa pahit, tetapi memiliki banyak lapis rasa Bagi Maura cinta hanya memiliki dua rasa yaitu pahit dan Manis. Meskipun Azka meyakinkan selalu ada ruang untuk dongeng cinta. Namun maura berusaha untuk melupakan cinta karena pahit nya lah yang mendominasi kisahnya. Gimana kalau seseorang dari masalalumu kembali datang dalam hidupmu? Akankah maura menerima Azka kembali dalam hidup nya setelah penghianatan yang dulu di lakukan azka kepada maura. Bisakah mereka bersatu lagi? ❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄ "Maura Aku minta maaf, bukan maksud aku duain kamu dulu". " Udah lah semuanya juga udah terjadi, dan gue harap lo gak nemuin gue lagi".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Gue, Matcha dan si Mantan Stalker
  • Antara trauma dan kesempatan kedua
  • Yes, That's Love
  • BELUM USAI | NA JAEMIN [ENDING] ✓
  • Bukan Stalker [TAMAT]
  • Perfect uncle ✓
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Leave To Come Back Again

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines