If It's You

If It's You

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 15, 2019
Pertemanan yang hancur lebur bagaikan pohon beringin yang gugur, menjatuhkan daunnya; merusak dirinya sendiri. Setelah Beethoven kembali ke tanah kelahirannya- Amerika Serikat, semua berubah. Jiwa lama yang asli telah pergi. Datang dengan kekuatan lain, jiwa yang hancur, terpuruk. Jatuh sangat dalam, tak ada yang dapat menolongnya keluar dari dalamnya. Sungguh, Ocafia ingin pergi dari kenyataan. Tapi dari kenyataan pahit ia dapatkan banyak hikmah. Di antara senyum yang merekah ada banyak darah yang terbeku-kan. ------ Masuknya Ocafia Delevingne ke dalam SMA Garuda Perkasa tak dapat membawa pengaruh pada jiwa dalam dirinya. Semua sama saja, hingga kejadian yang membuat Ocafia de Javu. Memutar secara tidak runtut, membangkitkan memori memori masa lalunya. "Saturnus? dan.. Pluto? gua nggak asing sama julukan itu, lagian cuma planet, eng argh!" Dia jatuh, lututnya melemas, wajahnya memelas. Sungguh memorinya memaksa dia mengingat sesuatu yang tak jelas adanya.
All Rights Reserved
#101
dejavu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • The Space Between Us
  • FLEUR ✓
  • Suara Yang Tak Pernah Di Dengar
  • 𝑨𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂 𝑫𝒊 𝑳𝒂𝒏𝒈𝒊𝒕 𝑷𝒂𝒔𝒖𝒏𝒅𝒂𝒏
  • Cerita Tentang Kita
  • ZAFRINA STORM TIED TO THE VILLAIN [Tahap REVISI]
  • ALEYA~~
  • Orchid of Retribution

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines