NARPATI
  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 9, 2019
Narpati, seekor elang muda yang gagah lagi mencengkeram seeokor tikus gendut. Untuk siapa? Biasalah, pasti untuk Si Kavi (sahabatnya)… seekor ular cobra yang kedua matanya sakit parah karena beberapa bulan yang lalu berkelahi dengan Si Jolod… seekor elang gunung. Jika sudah main di sarang Kavi, maka rasa malaspun datang. Narpati sering tidur di sarang Kavi supaya tidak disuruh latihan terbang oleh Si Suro… Bapaknya Narpati. Suro juga bersahabat dengan Kavi. Kini mereka lagi berdua. Mengetahui kedua mata sahabatnya belum juga sembuh, hmm… Suro ingin balas dendam membunuh Si Jolod. Baru aja akan pergi ke Jolod, “Dorrrrr”, tiba-tiba terdengar suara letusan senjata api milik Kesowo… timah panas menembus dada Si Suro. Tak sempat menjerit, diapun terkapar bermandi darah. Kavi panik, dia berniat ingin sembunyi di dalam tanah tapi kedua matanya tak bisa melihat. Sempat dia terantuk batu, tapi syukurlah, diapun menyelamatkan diri sembunyi di rerumputan. Emosi Narpati tak terbendung. Cuaca hampir hujan, mendung pekat hadir tiba-tiba dengan disertai kilat menyambar bersahutan. Narpati terbang menuju ke langit sambil teriak sekuatnya. Diapun sampai di dalam awan gelap. Dia melihat sambaran petir di dalam awan tersebut, bukannya takut, dia malahan terbang menuju ke petir yang menyambar tersebut sambil berkata keras, “Wahai petir, ayo bunuh aku! Ayo… hiks… hiks… aku ingin merasakan kematian. Aku ingin… ayo bunuh aku! Bunuh aku!” Tak juga mati, Narpati meninggalkan gumpalan awan hitam, dia terbang dengan sangat cepat menuju ke arah gunung. Jiwanya menangis, “Aku akan menabrakkan kepalaku ke tebing itu. Hiks… hiks… wahai ayah, sebentar lagi aku akan menyusulmu.” Awalnya terbang dengan kecepatan sekitar 100 km/jam. Tiga menit kemudian, kecepatannya naik drastis menjadi sekitar 140 km/jam. Di depan sudah nampak tebing cadas. Asa Narpati remuk, dia memejamkan mata sambil menambah kecepatan terbangnya hingga sekitar 180 km/jam. Belum pernah dia terbang dengan kecepatan segitu.
All Rights Reserved
#534
setia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Meraih Restu Kakak [TAMAT] #WRITONwithCWBP
  • YOUNG CEO AND BAD GIRL
  • DRAFENZO SHAQUILLE
  • Marvarsha! Bertukar Jiwa
  • A I'M FIRGI NOT ANGEL {END}
  • Penguasa Alam Ghaib
  • CENGKRAMAN DIRGA'S
  • Salwa, Gadis tanpa Kegagalan
  • SARUNG MAN
  • DEAR US (SELESAI)

[JANGAN LUPA FOLLOW] Kalo jatuh bangun sih udah biasa, tapi kalo jatuh cinta ke kamu itu gak pernah aku sangka. Eeaakkk... Soalnya kayak mimpi! *** Berawal dari iseng menjahili dan menggoda Aqila saat jam istirahat, laki-laki bernama lengkap Muhammad Adam Nugroho itu ternyata lama kelamaan mulai muncul perasaan aneh didalam hatinya. Seperti detak jantung yang tidak normal saat berdekatan dengan Aqila, dan perasaan-perasaan lain yang timbul yang belum pernah dirinya rasakan sebelumnya. Setelah menyadari perasaan apa yang Dia rasakan, Adam mulai merubah sikapnya, dari yang suka menjahili menjadi lebih manis kepada Aqila. Namun ternyata itu sama sekali tidak bisa menjadi senjata untuk menaklukkan hati Aqila, karena Aqila sangat berbeda. Dan saat Adam mulai menggali lebih jauh informasi mengenai Aqila, Dia mengetahui bahwa gadis itu adalah adik dari... Oh tidak! Menaklukkan hati adiknya saja sudah sulit, dan ini? Dia harus menaklukkan hati kakaknya juga agar mendapat restu. Ya meski sudah kenal, tapi tetap saja Adam tau siapa sosok kakak Aqila. Apakah Adam bisa? *** Selamat membaca gezz, semoga menghibur! Jangan lupa tinggalkan jejak ya... [DILARANG MENG-COPPY PASTE CERITA SAYA!]

More details
WpActionLinkContent Guidelines