D.E.B.U

D.E.B.U

  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 26, 2020
Aku ini debu jalanan pengurus kekejaman pemungut kenangan demi kenangan untuk seorang perempuan. yang di susun rapi dalam rintik hujan. Dalam tulisan yang akan kau baca atau tidak sama sekali, aku hanya ingin kau tau saja : aku hidup dalam dongeng yang aku rangkai sendiri, menjadi seorang AKU yang kau kenali di bumi, berasal dari planet yang hilang : pluto. Pemilik pluto menyapa kamu, semoga tidak mengecewakan. Temukan aku di twitter (@) penajelek_
All Rights Reserved
#3
dogeng
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penantian Hujan
  • Seraphine
  • RUANG HAMPA (terbit)
  • Putaverunt
  • Bulan yang Didamba Matahari
  • Dermaga Tua
  • A L O N E
  • Short Story
  • Sketsa Rindu untuk Hujan
  • Andai bisa

Disaat ribuan kenangan yang tertinggal beberapa waktu lalu, ternyata belum terkubur jauh-jauh karena mungkin ini adalah kisah cinta yang terlalu cepat. Atau sebuah permainan kematian yang harus diselesaikan sebelum tgl 13 atau sebelum bulan purnama berakhir. Disaat semuanya diselimuti rasa takut, terjebak bersama iblis di sebuah rumah tua. "Mengapa pelangi itu cepat pudar? Hilang antah berantah tak ada kabar. Kini hati rindu resah, sulit tuk mengungkap rasa. Apakah hujan akan segera membawa kembali. Hati yang memantau cinta yang menanti." "Angin telah bertiup lalu, daun-daun kering menghilang sekejap..datang sekawanan debu yang menghalau mata bara api, hingga hadirlah secercah cahaya yang membuat bunga kembali berseri." Lalu kamu bukanlah Caesar, Mark Anthony atau pun Ptolomeus yang bengis dan sadis. Namun ini adalah kisah cinta seorang jurnalis yang manis dan sinis. Pertemuan singkat antara jurnalis muda dan arkeolog muda. Kekuatan dari segalanya tak akan berguna tanpa cinta. Aku ingat itu kawan. -Hujan kali ini membawaku pada kenangan sekaligus membawa kenangan itu pergi menjauh dariku. Itulah sebabnya aku menanti hujan reda-

More details
WpActionLinkContent Guidelines