Terimakasih atas kenangan hidup yg lo beriin ke gw, terimakasih atas nasehat,kebahagiaan,dan sebagai sandaran di saat gw terpuruk, kenapa takdir membuat kita harus berjauhan, dgn suatu diary lo menggambarkan semuanya dibuku itu, dan gw menggambarkan lo seperti stetoskop, benda yg kecil tapi bisa mendengar jeritan hati dan detak jantung ini, terimakasih atas kenangan hidup yg lo berikan dan meninggalkan beribu kenangan, terimakasih atas pengorbanan lo sebagai seorang sahabat bagi gw, demi gw lo rela ngelakuin hal yg membuat diri lo berjuang sampai(?)
-( Updet sesuai mood:)
-bahasa kadang baku kadang gak
-vomment sangat dibutuhkan readers:)
-thanks gais..