MENTARI

MENTARI

  • WpView
    Reads 2,889
  • WpVote
    Votes 1,204
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 21, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Disaat orang lain menjulukinya seperti bulan yang bersinar di tangah kegelapan, namun Kinan lebih setuju jika dirinya dijuluki seperti matahari. Sama sama memberi sinar namun bulan memiliki bintang yang selalu ada menemani bulan dikala bersinar, sedangkan matahari? Dia bahkan dipaksa untuk berjuang sendiri. Matahari dilambangkan sebagai kekuatan hidup, meskipun kedatangannya tidak selalu mendapat sambutan yang riang dari semesta alam matahari tetap akan memancarkan sinarnya sepanjang masa. Namun matahari juga akan hancur dengan sendirinya saat masanya datang
All Rights Reserved
#560
kelam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG KINANTI
  • My Mother Is an Idol
  • happiness? _ JenSoo
  • Auristela
  • Ballad of Love
  • The Line
  • Bintang yang Memudar
  • My Girlfriend a Vampire

Semua orang seolah dapat membaca bagaimana kehidupan Kinanti, dari raut wajahnya sorot matanya semua tampak terlalu kelam. Tak ada binar secercah cahaya di pagi hari sedikitpun, entah penderitaan apa yang telah ia alami. Kinanti sadar itu. Semua orang menatapnya dengan tatapan kasihan. Namun ia tak pernah ada niatan untuk mengubah anggapan tersebut. Baginya don't jugde book by it's cover tidak berlaku untuk dirinya, karena memang begitu adanya. Bagi Kinanti bukunya begitu lusuh, kelam, bahkan hanya penderitaan. Ia sendiri tak pernah berani membagikan ceritanya lebih jauh kepada siapapun atau membiarkan orang lain yang membaca lembaran hidupnya lebih dalam, hingga suatu hari Kinanti menemukan binar dari seseorang yang menatapnya seolah memberi harapan. Sorot mata tanpa mengasihani. Kinanti percaya seseorang itu akan menolongnya menyudahi buku lama dan membuka lembaran kehidupan baru. Hingga seluruh semesta Kinanti mengarah "padanya". Namun Kinanti lupa bahwa di dunia tak selalu berjalan sesuai dengan apa yang dirinya mau saja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines