Mafia's Man

Mafia's Man

  • WpView
    Reads 35,113
  • WpVote
    Votes 644
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 30, 2019
Warning 18+ Aku tidak pernah menyangka akan masuk dalam kegelapan dunia ini, di mana terdapat sisi lain yang haus akan darah. Dia, laki-laki yang begitu bengis menarikku secara paksa. Membuatku mengotori tanganku dengan darah yang lebih banyak. "Apa yang kamu lakukan?" teriakku sambil beringsut mundur. "Apa lagi kalau tidak menikmatimu," ucapnya polos. Sebelah tangannya bergerak menangkapku tanganku. Aku berusaha menghindar, namun ia dengan mudah mencengkram pergelangan kakiku. Dalan satu kali tarikan, kedua tangannya sudah membungkusku. "Kamu tahu? Baumu sangat harum seperti mawar. Aku benar-benar tidak sabar untuk menghirupnya lebih jauh," ucapnya. Detik berikutnya, aku merasakan leherku geli. Ia mencoba mengendusnya dan menjilatnya. Eugh, menjijikkan! "Lepaskan aku! Lepaskan aku!" rontaku sekeras mungkin. "Kamu adalah milikku! Selamanya tetap menjadi milikku. Ingat itu baik-baik!" Aku hendak protes, teriak dan memakinya sekuat mungkin. Namun mulutku sudah dibungkam bibir dan lidahnya yang kasar. Apa yang akan terjadi denganku setelah ini?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AMORE (Strong Woman)
  • My Possessive Devil  [PROSES TERBIT]
  • YOU'RE MINE | END
  • Dance With The Devil [END☑️]
  • Tentang RaSa
  • My Little Monster - Completed
  • That's My Girl
  • Limerence : Redemption

-vote -comment Tahap revisi Jangan lupa di baca ~~~~~~~~~~~~~~ Amore tak habis fikir dengan semuanya. Entah apa yang pria itu lakukan padanya "Kalian semua keluar. Kayaknya gue perlu kasih ni cewek hukuman" Perintah Zayn menatap teman temannya Seolah tau apa yang akan dilakukan Zayn kedua temannya keluar dan membiarkan Zayn menjalankan aksinya "Lo jangan buat dia nangis bego". Setelah di pastikan semua temannya keluar. Zayn mengunci pintu toilet dan membuang kuncinya ke lain arah " Gue tadinya mau bicara baik baik loh" Zayn duduk di salah satu wastafel sambil memperhatikan Amore yang celiguk kesana kemari untuk mencari kunci itu "Tapi kayaknya gue berubah fikiran deh.gue tanya lagi. Lo mau main di sini atau di apartemen gue" Akhirnya Amore menyerah. Bukan hal mudah berhadapan dengan orang tersebut " Kakak sebenarnya mau ngapain. " Tukas Amore dengan muka merah menahan amarah Kepalanya kembali pening. Rasa putus asa kembali dia rasakan " Gue cuma mu lo gantiin kesenangan gue yang lo rusak tadi. Dia kan teman lo. Berarti lo rela dong gantiin dia buat senengin gue " "Dia bukan teman aku " Ujar amore sendu sedikit berbisik " GUE NGGAK PEDULI DIA SIAPA LO. yang pasti gue mau lo sekarang" Amore mengeluarkan air matanya saat tangan besar Zayn menarik rambutnya dan membungkam mulut Amore dengan bibirnya Air matanya tak bisa di bendung. Kepalanya pusing dan tak tertahan. Perlahan matanya tertutup saat Zayn kembali mengigit bibirnya Lalu semuanya gelap bersamaan dengan darah segar mengalir pada hidungnya Kaget!!!! Zayn sontak memeluk tubuh Amore yang ternyata sudah tak sadarkan diri Terlalu kasar kah cara gue sampai lo pingsan gini. Ujar batin zayn

More details
WpActionLinkContent Guidelines