Dimensi rasa

Dimensi rasa

  • WpView
    Reads 971
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 8, 2019
- Mungkin kau sedang duduk termenung pada kegelapan penuh kediaman, mendengar purnama bercerita, melihat malam mengurai senja, terjaga hingga pagi menyaksikan batas bumi dan surga tak terjeda. Pada kaki langit yang menyangga sadarmu, semoga kau temukan jawab atas harap yang senantiasa kau panjatkan. Jika tidak semuanya, semoga awal dari keseluruhan. - Terimakasih Tuhan; untuk rasa & nuansa yang tercipta dari semesta, senja dan cerita di baliknya. - Itulah cerita yang tak mampu aku ungkapkan & tak mampu aku kisahkan kepada semua orang, tapi percayalah hatiku memiliki jiwa yang mendukung bagaimana kita memulai untuk meneteskan tinta " - Alta - suatu saat nanti, ini yang akan mengingatkan aku pada jejak yang terlukis di panjangnya khatulistiwa. Terimakasih untuk kalian yang telah mendengar dan merasakan cerita pertama saya. Terimakasih Indonesia ku di sanalah hati dan ragaku hidup. Terimakasih telah berbagi rasa ~ Sahabat semua yang membaca, jangan lupa berbagi komen dan votes ya! saya tunggu dari jauh! sebisa mungkin buku ini akan saya update secara berkala. semoga pesan saya tertangkap! senja terbaik ketika kita merasa sama sama baik - Martunanda
All Rights Reserved
#295
literasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • TUAN || Jeon Jungkook
  • I'm obsessed with you
  • TENTANG RASA
  • Give Me Your HUG(END)✅
  • Aksara Bercerita
  • Jodoh Untuk Adel (END)✅
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • SENYUMAN TERAKHIR (On-going_Revisi)
  • harapan yang pupus

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines