Sajak Tak Bermuara

Sajak Tak Bermuara

  • WpView
    Leituras 24
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, dez 31, 2019
Torehkan aksaramu dalam bait-bait bernuansa indah, bermelodikan rasa yang membuncah dari dasar hatimu. Dan .... Aku menuliskan rangkaian kata disini sebagai bentuk ungkapan rasa yang selama ini masih membelenggu di dalam kalbu. "Mulailah menulis, jangan berpikir. Berpikir itu nanti saja. Yang penting menulis dulu. Tulis draft pertamamu itu dengan hati. Baru nanti kau akan menulis ulang dengan kepalamu. Kunci utama menulis adalah menulis, bukannya berpikir." ― James Whitfield Ellison Ps : rangkaian kata yang begitu saja mengalir dari otak saya. Pada akhirnya, saya tuangkan disini. Happy reading^^
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • A Memory of You
  • Indonesian Poetry
  • The Missing Wings
  • Sajak Rasa Tentangnya Yang Istimewa
  • Aksara Tak Bertuan
  • JAM 3 SORE
  • Antara Lagu dan Buku
  • Echoes of past Longing
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]

Mungkin sudah banyak kenangan masa kecil yang dilupakan Jenna, termasuk kemana saja Ayay dan Bibu-nya mengajak berlibur dulu. Namun, Jenna selalu ingat kalau kemanapun mereka pergi, Ayay dan Bibu-nya selalu menjadi manusia terfavorit Jenna karena tidak pernah gagal dalam merencanakan liburan. Rasa bahagia itu membuatnya selalu percaya pada apapun keputusan mereka berdua. Kecuali saat Bibu-nya memutuskan mengajak Aska dalam liburan panjangnya bersama saudara dan sahabatnya. Meskipun tidak ingat kenapa, sejak kecil Jenna tidak pernah nyaman berada di dekat kakak dari sahabatnya ini. Sedang Aska, tidak paham kenapa Jenna yang terkenal sebagai gadis yang manis karena keramahannya, begitu menghindarinya. Membuat wajah datar yang hanya hadir saat menatapnya, selalu membayangi benaknya. Dan dia tidak mampu lagi menahan diri, jika harus menemukan wajah itu setiap hari selama tujuh hari mereka liburan bersama. Yang mereka tidak sangka, pada akhirnya mereka akan membuat banyak kenangan baru bersama. Kenangan yang tidak akan pernah mereka lupa sampai akhir usia mereka.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo