Jamis Vu

Jamis Vu

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 11, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Malam adalah hidup dan siang adalah mati. Terkadang kekosongan lebih baik hingga hati tak mampu lagi me sakit dan bahagia. Dari awal seorang dilahirkan sendiri maka mati pun akan sendiri. Pilihan mereka menjalani nya seperti apa. Bertahan menjadi sosok yang kuat dengan membuang semua sisi manusiawi hingga tak ada satupun bisa menyakitimu atau menyerah membiarkan hidupmu di penuhi banyak rasa hingga membuat mu mati perlahan dalam duka? Bukan kah setiap orang melihat hal ini berulang-ulang? Seperti deja vu tapi mereka tidak belajar?? Itulah pilihan! -Levia Sativa Easther-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Full Of Scratches
  • THE UNYIELDING  [END]
  • The Bridge Between Souls
  • Lilith Blood (Kecantikan Dan Keabadian)
  • Benalu [Terbit]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Broken Soul (END ✔️)
  • BLACK LIFE✓

Jangan lupa vote yaaa! 🤗 Karena dukungan kalian begitu berarti buatku!🤗 ________________________________ Takkan pernah terbayangkan sebelumnya jika kehidupan yang digariskan oleh Tuhan ternyata se-pelik ini. Ia bahkan merasa masalah sangat senang menghinggapi dirinya. Ia hanya bisa berharap akan ada secercah cahaya yang membawa harapannya mengudara bersamaan dengan teka-teki dalam hidupnya dapat terpecahkan. * * * "Saya akan pastikan bahwa seluruh anggota keluargamu akan menanggung akibatnya! Saya bersumpah!!" _ "Manusia mana yang tidak takut mati?" _ "Sebelum pergi, aku hanya ingin mengungkap satu hal agar aku bisa pergi dengan tenang. Hal yang membuatku begitu penasaran setengah mati. Tolong izinkan aku ya tuhan... " _ "Aku hanya ingin tahu kebenaran seperti apa dibaliknya, bukan membuka luka lama. Karena bagaimanapun, luka sudah menjadi teman dalam hidupku sejak kejadian itu. Jadi, meski luka lama itu dibuka atau tidak, aku sudah terluka dengan hebat." _ "Terima kasih telah mengajarkan ku apa arti hidup itu. Aku tidak menyesal dan aku bahagia..." * * *

More details
WpActionLinkContent Guidelines