KOIN
  • WpView
    LECTURES 15
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., avr. 21, 2019
Bagaikan 2 sisi uang koin yang berbeda, kau dan aku hanya bernilai jika kita bersatu. Namun kita berbeda, kita berjalan dengan kehidupan masing-masing. Aku bisa memberimu matahariku. Tapi tidak dengan bulan, kau tak boleh memilikinya. Catatan penulis:: Gambar sampul bukanlah hasil karya penulis sendiri, gambarnya diambil dari pinterest. All credits for owner. Mungkin alur cerita, nama, tempat dan sebagainya dan sebagainya akan ada yang sama dengan beberapa novel karta penulis lainnya. Tidak ada niatan sama sekali mau mengcopy cerita dati penulis lain. Hal ini tidak bisa dihindari karena sejatinya penulis juga merupakan seorang penikmat novel roman. Jadi mau ga mau, sedikit banyaknya akan mempengaruhi imajinasi saya sebagai penulis. Please don't copy my story!! do your own story!
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • BUKAN BEGINI (Tamat)
  • 𝐅𝐑𝐈𝐄𝐍𝐃𝐙𝐎𝐍𝐄 𝟐 [𝐄𝐍𝐃]
  • SORRY
  • ZIVANA(ON GOING)√
  • My Teacher My Husband
  • TOO MUCH (Tamat)
  • Self Injury's(complete)✔
  • cerita apa ajh

Aku telah melakukan banyak perjalanan dari satu cerita ke cerita lainnya sebagai antagonis. Misiku hanya satu, memastikan tokoh utama perempuan menderita sesuai dengan naskah asli. Satu, kucing putih yang bisa bicara sekaligus penanggung jawab isekai milikku, memberiku banyak bantuan. Mulai dari dunia vampir, petarung sinting, sampai novel picisan. Segalanya kuselesaikan dengan tuntas, sesuai perjanjian dengan Satu. Seharusnya bila tugas terakhirku, misi nomor seratus, selesai maka aku akan dijanjikan boleh hidup sebagai orang berkecukupan, superberuntung, dan jauh dari kesialan apa pun. Seharusnya! SEHARUSNYA! "Mohon maaf, kuota bagi penerima paket untung sudah habis," Satu menginformasikan. Tentu saja aku marah. Rasanya seperti kena scam mentah-mentah. Seratus misi. Bermacam kegiatan sinting. Dedikasi yang tidak terbayarkan. Aku menuntut ganti rugi, tapi Satu berkata bahwa kepala isekai tidak menerima keluhan. "Ya sudah, hidup di sini saja." Gampang sekali Satu bicara. Hidup di sini. Di cerita keseratus. Di sebuah novel picisan CEO sinting. Aku bahkan berani taruhan bahwa penulis tidak melakukan riset sama sekali. Oh itu belum termasuk fakta bahwa aku, si pelaku kejahatan dalam cerita, akan mati di tangan tokoh utama pria karena telah merugikan kekasih impiannya. Aku, bukan orang lain. Bukan Satu si kucing gembul biang kerok. Aku! "Buhuuuu apa kamu nggak bisa mempertimbangkan diriku sebagai asisten rumah tangga?" Apa yang bisa kulakukan? Iya, tepat sekali. Hadapi racun dengan racun. Alias, kubuang harga diri dan lari mencari belas kasih dari Bos Antagonis, Mr. Villain, Big Boss. Inilah yang terbaik, 'kan? Benar, 'kan?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu