Sebait Kata Untuk Alam

Sebait Kata Untuk Alam

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 14, 2019
"Kenapa..?" "Apanya yang kenapa..?" "Kenapa...kamu selalu bilang pergi itu adalah akhir?" "Entah tapi mungkin,aku berharap...aku akan seperti itu.." Jeda dengan hembusan nafas berat. "Seperti ketika aku pergi,aku harap semuanya akan berakhir.." Hening menyapa senja di sore itu... "Kamu ingin pergi,dan berakhir tanpa aku..?" "............." 'maafkan aku ini yang terlalu penakut' Ucapnya dalam hati.. °°°°°Hanya sekedar curahan rasa di hati dan endapan pemikiran di otak°°°°°° ∆cuman cari kerjaan nulis ni mah,Jan lupa vote and comen okhayyy!!!∆
All Rights Reserved
#65
tni
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inside Me [END]
  • The Story of Philosofia (Bluesy)
  • Let Me Love You Longer
  • Cinta Berbalut Puisi
  • FRIENDzone (Completed)
  • 【𝑾𝒊𝒍𝒍 𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆?】
  • Temporary |End|
  • Peluk Luka Hujan
  • FIZYA
  • JINGGA

TELAH TERBIT || Part Masih Lengkap! -Terinspirasi dari kisah nyata penulis- *** Aku memang sedikit berbeda. Lalu mengapa? Bukankah aku juga manusia? Tentang rasa sakit yang terpendam, masih tersimpan di memori sebagai kenangan paling menyakitkan. Tentang bullyan, hinaan, dan depresi yang tak bisa kuungkap dengan kata-kata. Tak bisa kujelaskan karena lidahku terlanjur kaku. Ini bukan kisah cinta remaja SMA, bukan juga kisah CEO kaya dengan sekretarisnya. Sebuah tulisan keluh kesah, rintihan malam, dan doa. Sebuah perjalanan hidup yang penih kejutan dan air mata. Semoga, dengan ini, bisa menginspirasi. Hidup memang hanya sekali, ada kalanya kau jatuh dan bersedih. Namun, yakinlah pada suatu hal. Tuhan mencintai hamba-Nya yang sabar. *** Karya pertama jadi masih hancur, sudut pandang gado-gado. 😍

More details
WpActionLinkContent Guidelines