Terikat

Terikat

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 1, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Semenjak bertemu dengannya aku seperti orang bodoh. Manusia bodoh yang terus berharap adanya balasan dari cinta bertepuk sebelah tangan. Manusia bodoh yang terus memperjuangkan cintanya yang mungkin hatinya untuk orang lain. Sampai rasa lelah dan titik jenuh itu datang, tetap saja aku berharap dan memperjuangkannya. Aku juga tidak tau terbuat dari apa hatiku ini;/ Dasar bodoh. Update cerita satu minggu sekali yaa itu juga kalo ngga sibuk :)
All Rights Reserved
#499
hujan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Friend's Zone's
  • Stay With Me
  • Loving in Silence [THE END]
  • Bisikan di Balik Rintik
  • Segitiga [END]
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • 𝐋�𝐚𝐤𝐬𝐚𝐧𝐚 𝐁𝐢𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐞𝐫𝐞𝐝𝐮𝐩 (𝐓𝐚𝐦𝐚𝐭)✔️
  • Audrey (New version)
  • Sefrekuensi {ON GOING}

Cinta mempermainkan persahabatan kita! Aku, Kamu, Dia, dan Kita! Aku sangat ingin berteriak kepada dunia bahwa aku ingin egois sedikit saja. Tapi ternyata diriku terlalu lemah ketika aku di perhadapkan untuk memilih antara Cinta dan Persahabatan. Sehingga pada akhirnya aku mengalah, kelemahanku membuatku memutuskan untuk pergi sejauh yang diriku bisa. Membawa pergi ragaku untuk bersembunyi dan lari dari segala kesakitan tak berujung ini. Meningalkan semua kenyataan pahit yang tak pernah ingin kukenang dan bahkan tak akan pernah di terima oleh relung hatiku. Tapi ternyata takdir tak semudah yang diriku bayangkan, rasa ini mempermainkanku sekali lagi dalam kondisi yang berbeda, dan semakin membuatku lebih terpuruk. Hingga rasanya sesak dan sempit menghimpit setiap organ tubuhku. Dimana Aku harus bertahan antara Cinta, Persahabatan, dan kehadirannya. Tapi kali ini bolehkah diriku egois? Untuk mendapatkan setitik kebahagiaan? Dan untuk kesekian kalinya aku harus menelan kepedihan teramat dalam, yang membuatku hancur perlahan-lahan. Apakah kali ini aku harus pergi lagi? Apakah ini yang diinginkan takdir dan cinta bodoh ini kepadaku? Pergi untuk mencari kebahagiaan yang sebenarnya? Apakah aku akan kalah lagi kali ini? ~ FRIEND'S ZONE'S ~ "Aku bahagia ketika melihat kedua sahabatku bahagia..." "....itu definisi sahabat bukan?" 🚫 DO NOT MENJIPLAK MY STORY! PLAGIAT MOHON BERTOBAT🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines