ALENZA

ALENZA

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 15, 2019
"Alen gua tau kita bagaikan musim yang berbeda tapi itu bukan alasan untuk kita ga bisa bersatu,Alen lu harus tau musim itu bakal ada saatnya berganti tapi perasaan gua ke lu gaakan pernah berubah walau sekali pun lu pergi dari hidup gua," ujar Danzel yang hanya berdiam kaku melihat bayangan perempuan itu menjauh darinya. "Ka Danzel lu itu cuman angan angan yang buat gua ngebangun sebuah imajanasi yang hanya khayalan tak nyata untuk milikin lu dan yang hanya buat rasa sakit tumbuh perlahan saat meninggalkan jejak," ucap Alenza sambil menangis sendu dan berlari meninggalkan semua kenangan yang telah terukir bersama. Hidup itu pilihan, jika sanggup pertahankan jika lelah pergi dan bawalah kenangan yang lalu.Apakah sebuah rintangan akan berhenti di titik akhir?Bagaimana kenangan indah yang sudah di simpulkan dengan berbagai jutaan warna warni kisah? ----- Ini cerita kisah tentang Danzel vance cornelez kaka kelas yang sangat galak dan cuek terhadap lingkungan sekitar, dan seseorang perempuan yang sangat menyukai cholate serta gemar mengoleksi berbagai kumpulan Novel, ialah bernama Alenza Zoya Raveena.
All Rights Reserved
#177
pisces
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CAN YOU READ THE NEW CHAPTER FOR ME?
  • The Posessive MATTHELGAR [TAMAT]
  • VANALEX
  • Alsea
  • A Symphony of life
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • EVANNETTA [ONGOING]
  • RANZARES
  • Delvan

"takdir terus berjalan dan waktu terus berputar, tapi mungkin cinta yang tumbuh semenjak gue pertama ketemu dan ngeliat lo itu hanya terlalu rapuh untuk berada didunia yang kejam ini." Pertemuan tak terduga itu terjadi di tempat yang sama sekali tak disangka. Kini datang kembali-tanpa aba-aba, tanpa isyarat. Di sekolah barunya. Allena kembali dipertemukan dengan sosok yang pernah hadir dalam fragmen masa lalunya yang kini telah kabur. Alveran Mahen Alvarezy. Wajahnya datar, tapi matanya... mata itu seolah menyimpan sesuatu. Sesuatu yang pernah ia lihat, entah di mana, entah kapan. Alveran terdiam. Ada yang mengganjal. Ada rasa familiar yang tak bisa ia jelaskan. Seolah ingatannya sedang berusaha mengaitkan potongan-potongan masa lalu yang samar. Gadis itu... siapa? Sementara itu, Allena hanya berjalan melewatinya begitu saja-tanpa ragu, tanpa gelagat mengenal. Baginya, Alveran adalah orang asing. Tapi bagi Alveran, Allena adalah teka-teki yang entah mengapa... membuat dadanya sesak tanpa alasan. Tapi yang Alveran rasakan-Allena adalah bagian dari kepingan masa lalu yang hanya lewat sementara, lalu pergi entah kemana. Kenangan itu seolah mendadak kabut. Mereka pernah dipertemukan. Dulu. Dalam momen singkat yang terlalu berharga untuk dilupakan. Namun semua itu telah hilang dari ingatan Allena-tertimbun rapat oleh kabut kecelakaan yang merenggut sebagian dirinya. Dan kini, saat takdir mempertemukan mereka kembali... hanya satu yang jadi pertanyaan: Akankah Allena mengingatnya, atau justru, semuanya harus dimulai dari awal?. Awal dari ingatan yang perlahan akan kembali.

More details
WpActionLinkContent Guidelines