MarsyaZaidan

MarsyaZaidan

  • WpView
    Reads 284
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 24, 2019
Zaidan Zulian, cowok badboy disekolah SMA Harapan Bunda yang kerjaannya selalu nyari onar dan bolak balik BK tetapi tetep aja banyak yang suka karna anak dari pemilih yayasan. Marsya Aquiliya, cewek yang selalu bantuin murid-murid yang di Bully atau di palak sama Zaidan. Hingga akhirnya, Takdir mendekatkan mereka berdua
All Rights Reserved
#19
saturumah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aryudha
  • ATARICK [OFF]
  • ABIAN  [END]
  • ANTARKA [END]
  • AGASKAR [[ SUDAH TERBIT ]]
  • JANUARGHA
  • The Beauty Inside(Complete)
  • Two Love One The Heart [On Going]
  • PELANGI
Aryudha

"Saya mau liat senyum kamu," Ujar Ezran. Virya menaikkan alisnya, "Kenapa lo minta gue buat senyum?" ------------------ Virya, Ghasyara Mahatvavirya Putri Bima; gadis cantik dengan seribu bakat terpendam dan segala yang ia punya. Virya bukan crazy rich yang selalu bisa membeli segalanya, tetapi ia selalu berkecukupan. Apapun yang ia mau, ia akan mendapatkannya. Ditambah keluarga yang harmonis mampu menutupi segala luka batinnya. Meskipun Virya memiliki segalanya, Virya tidak memiliki teman. Teman Virya bisa dihitung jari karena Virya adalah korban bullying. Bukan karena Virya jelek atau cacat fisik, tapi mereka membully karena Virya selalu mendapatkan segalanya. Dari piala, prestasi, beasiswa dan lain lain. Tapi Virya masih bisa bertahan karena ada keluarga yang menjadi tempatnya untuk pulang. Virya hampir tidak pernah cerita tentang bullying kepada keluarganya. Ia selalu menutupi dengan tawa dan keceriaannya. Tapi hidupnya berubah 180 derajat ketika Raisya sang bunda menderita penyakit kronis nan mematikan sehingga Bagas berpaling meninggalkan Raisya. Hingga akhirnya, Virya tidak lagi percaya pada lelaki manapun. Ditambah lagi, bahu yang biasa ia singgahi untuk bersandar telah tiada. Awalnya Virya sama seperti perempuan pada umumnya yang merasakan cinta. Sang loreng pun menjadi bahu untuk Virya bersandar. Tapi, itu tidak bertahan lama karena laki-laki itu telah gugur dengan membawa bendera merah putih di petinya. Hingga hadirlah seorang perwira yang perlahan mengetuk hatinya. "Saya yang akan mengobati semua luka kamu Virya," Lirih Ezran

More details
WpActionLinkContent Guidelines