Amira (Hiatus)

Amira (Hiatus)

  • WpView
    LETTURE 417
  • WpVote
    Voti 80
  • WpPart
    Parti 12
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione gio, set 19, 2019
Bukan tempat yang mempertemukan kita Bukan pula kebetulan kita bertemu Tapi waktu dan perasaan satu sama lainlah yang menyatukan kita. ------- Kisah asmara Amira dengan seseorang yang dulunya menjadi musuh terbesarnya. Seiring berjalannya waktu Amira menjadi dekat dengan musuhnya itu. Darisini kita tahu, bahwa tak selamanya orang yang kamu benci akan selalu menjadi musuhmu. "Kenapa si gw bisa suka sama lo" Mira "lo galak banget sama gw, tapi kenapa gw sayang sama lo" Zidan ------- #Halo semuanya aku minta maaf kalo cerita Amira ini jelek. Yang baca jangan lupa vote and komen ya
Tutti i diritti riservati
#121
mira
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • BarraKilla
  • SeLYna🍂
  • ARJUNAUREL[On Going]
  • FRIENDZONE [END]
  • ADEUS
  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • CUTE GIRL (HIATUS)
  • The Most Wanted Girl [END]
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • Essentialy Love (SELESAI)

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti