Pilihan Hati

Pilihan Hati

  • WpView
    Reads 387
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 30, 2020
*Rana Annisa Bagaskara aku hanya perempuan biasa yang masih terbelunggu dengan masa lalu, sulit untuk lepas dari bayang bayang luka yang selama ini menemaniku. selain adik dan papa tiriku, ada satu laki laki yang selalu menjadi alasanku untuk bertahan. namanya Dev, Deva Danendra Airlangga laki laki yang tidak pernah menatapku sebagai sampah. aku mencintainya, sangat! sampai seseorang datang dan mengacaukan semuanya. *Kim Rahel aku datang untuk membawanya pergi, bersamaku. *Deva Danendra Airlangga Rana, dulu dia hanya gadis kecil yang selalu menjadi alasanku untuk tersenyum. Gadis rapuh yang tumbuh menjadi gadis ceria dengan sejuta pesona, dia menyembunyikan lukanya dengan senyuman. Gadis kecil itu juga yang mampu membuatku lupa dengan rasa sakit yang diberikan oleh cinta pertamaku *Kim Jaebum ( Saga) Gadis itu, dia dan tatapan sendunya sudah menarikku kedalam dunianya. memaksaku untuk jatuh cinta.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Masa SMP Ku
  • KEYSHA
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • Hilang
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • Inikah Cinta?
  • About You And Me
  • Terima kasih Ravindra
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)

Novel ini menceritakan drama kehidupan yang menarik bagi para pemuda, cerita yang menceritakan lika-liku kehidupan seorang gadis, yang menjadikan dia yang dulunya Extrovert sekarang menjadi Introvert *Prolog* "Assalamualaikum" ucap ku sambil membuka pintu ruang rawat Arin "Wa'alaikumussalam" jawab semua orang berada di ruangan, Dengan suara yang parau Dengan sedikit berlari aku menghampiri Arin yang sedang berbaring kaku di tempat tidur rumah sakit "Arin bangun, katanya mau cerita sesuatu sama Ana, bangun yah Rin, tidurnya jangan lama-lama" ujar ku terduduk tak berdaya di samping tempat tidur Arin dengan mata yang berkaca-kaca Dengan spontan aku melihat kearah samping tempat tidur Arin, disitu terdapat alat pendeteksi detak jantung yang menunjukkan garis lurus disertai angka "0" Setelah melihat itu tangisku langsung pecah dan menangis sejadi-jadinya. Disaat itu juga ada yang memelukku dari belakang, lalu aku pun membalikkan badan ku dan menangis sejadi-jadinya di pelukan Azna "Udah yah Na, ikhlasin Arin, dia udah tenang di sana" ucap Azna berusaha menenangkan ku "Gak gak mungkin, ini cuma bohongan kan , dan ini pasti mesinnya mati" ujar ku sambil terus menangis "Udah tenangin diri kamu dulu yah na" ucap Azna dengan membelai punggungku dengan lembut _Udah segini dulu spoiler nya, dan lanjut ke awal cerita_ _Oya jangan lupa vote yah, supaya aku semangat buat update ceritanya. Makasih♡♡_

More details
WpActionLinkContent Guidelines