Lembayung Kering

Lembayung Kering

  • WpView
    GELESEN 20
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert So., Apr. 21, 2019
Hai teman. Selamat membaca. (Nuansa pagi berselimut kabut) Dok...dokk...dokkk "Assalamualaikum"pemilik rumah membuka pintu dan menjawab salam"Waalaikumsalam".Mari duduk silahkan ada perlu apa kamu datang kesini. Sebelum itu aku memperkenalkan diri dulu.,,,,,,,, Aku bernama gendis putri kecil asal Wonosobo.Aku duduk dibangku kuliah.Aku mempunyai sahabat yang cantik,cerdas,baik,ramah,sopan,intinya hampir mendekati sempurna lah.dia adalah michael sahabat sejak SMP. Kedua gadis duduk bersebelahan."Eh sebenarnya ada apa bro"tanya gendis."Apa benar kemarin kamu datang kerumah?dan meletakkan pigora,boneka".jawab gendis"iya betul chel"."apa maksud kamu mengembalikan barang pemberianku"."aku sangat kecewa dengan perbuatanmu selama ini menghianati,dasar kamu bermuka dua"jawab michael yang sedikit geram. Kedua gadis terus membicarakan tentang itu.salah faham antara kedua gadis itu.Karena si michael berubah tidak seperti dulu.Kedua gadis itu kurang komunikasi dan menyebabkan kesalah pahaman antara keduanya.
Alle Rechte vorbehalten
#3
sasi
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • Pergi tanpa Pamit [Tamat]
  • Giant Baby [COMPLETED]
  • 27 FEBRUARI
  • Lamunan Membawamu Kembali 2.0 [END]
  • Syakila
  • Davidson || END
  • ASAVELA KIARA
  • DLS [ 2 ] Ansellina

Sekolah. Sekedar ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka atau versi terbaru, kecilnya. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point nilai lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien