Story cover for Star,you by penulistengahmalam_
Star,you
  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Apr 12, 2019
Rasya mematung setelah mendengar apa yang Mr. Aldric katakan, dirinya masih tidak percaya bahwa dirinya akan segera debut dan berduet dengan salah satu seniornya Devanya.

Berbanding terbalik dengan Vanya, dirinya tak menyangka kalau Mr. Aldric begitu tega menyandingkan dirinya dengan seorang traine yang baru seumur jagung.

_____

Aku harap kalian menghasilkan sesuatu yang besar
- Mr. Aldric

Jangan berharap banyak
- Devananya Aldeera

Ayo lakukan yang terbaik, mohon bantuannya
- Rasya Mahardika

______
Cr : Pinterest
All Rights Reserved
Sign up to add Star,you to your library and receive updates
or
#559music
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
(END)The Gentle Death God Laughs Above the Cherry-Blossom Sky. cover
posesif girlfriend(REVISI) cover
Our Story || Park Sunghoon✔ cover
Perfection of life (GRESHAN) cover
ALVINA cover
SUBSTITUTE (LURAH) cover
Keluarga Baru cover
Happiness [End] cover
Amin paling serius  cover

(END)The Gentle Death God Laughs Above the Cherry-Blossom Sky.

28 parts Complete

Judul : Dewa Kematian yang Lembut Membohongi Anda/ 桜 色 に 染 ま る 空 の 向 こ う で 優 し い 死神 は 笑 う Mahiro telah keluar masuk rumah sakit sepanjang hidupnya karena penyakit jantungnya yang parah. Suatu malam, dia membuka matanya saat dia merasakan angin sepoi-sepoi bertiup ke kamarnya. Berdiri di samping tempat tidurnya, pemuda dengan tudung ditarik melewati matanya * memperkenalkan dirinya sebagai Dewa Kematian. Dia berkata, "Aku datang untuk mengambil jiwamu." Mahiro, yang diberi tahu bahwa dia akan mati dalam 30 hari, dengan riang bertanya kepadanya, "Sampai hari itu, maukah kamu menjadi mitra percakapan saya dan menemani saya?" Selama ini Mahiro sendirian di rumah sakit. Menghabiskan waktu dengan Dewa Kematian, hidupnya secara bertahap menjadi lebih menyenangkan. Tapi hari yang menentukan itu segera mendekat. Hari demi hari, detak jantungnya semakin lemah. Suaranya menjadi serak. Melihat Mahiro seperti ini, yang dilakukan Dewa Kematian adalah- "Hei, Tuan Kematian." "Apa?" "Jangan tinggalkan aku." "Saya tidak akan. Aku akan berada di sisimu sampai saat-saat terakhirmu. " Kisah cinta pahit manis antara Dewa Kematian dan seorang gadis yang menunggu kematiannya, tidak pernah ditakdirkan. karya : Mochizuki Kurage/ 望月 く ら げ RAW : https://kakuyomu.jp/works/1177354054887370254