Story cover for Kara Dan Bara by _fir20503
Kara Dan Bara
  • WpView
    Reads 6,852
  • WpVote
    Votes 234
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 6,852
  • WpVote
    Votes 234
  • WpPart
    Parts 10
Ongoing, First published Apr 12, 2019
Banyak part part yang mengandung kata kata sama perbuatan kasar , jadi kalau enggak siap jangan di baca


Warning :18+

  "Gue gak pernah menyesal melakukan itu ke elo, gue yakin setelah sama gue pasti lo juga melakukan hal yang sama dengan orang lain. "   Barra


   "Lo emang bajingan Barra, gue nyesel pernah deket sama lo! Gue bersupah suatu hari nanti lo akan merasakan penyesalan karna sudah mencampakan gue seperti ini! , lo harus ingat itu"  Kara


Hidup dari kuluarga terpandang tak menjamin kita untuk bahagia . itulah yang di rasakan cowok ke turun Indonesia asli ini , mama papanya yang sibuk dengan berbagai perkerjaan hingga lupa jika mereka memiliki anak menjadikan anak mereka besar tanpa kasih sayang dari mereka. Sikab keras kepala , egois , pembangkang yang di tunjukan anak mereka tak membuat mereka sadar akan kesalahan yang telah mereka lakukan. Semua rasa kesal , frustasinya ia lampiaskan di sekolah kepada teman temanya yang tak tahu apa apa. Bara , satu nama yang paling sering mengisi buku kasus di Ruang kesayangan semua siswa nakal BP.

Di lain sisi cewek yang satu ini lebih parah ketimbang cowok yang tadi. Broken home yang ia jalani menjadikanya anak liar tak terkendali . sikab keras yang di terapkan papanya menjadikan Kara begitu biasa ia di pangil hidup dalan dunia keras malam. mabuk mabukan , rokok ,sabu pun pernah ia gunakan. sampai suatu hari ia harus pindah dari Bali ke Jakarta bersama papanya. Di Jakarta ia bertemu dengan seseorang yang mengilai hal yang sama denganya. keras ,  sadis,  tanpa ampun begitu julukannya di Bali.
All Rights Reserved
Sign up to add Kara Dan Bara to your library and receive updates
or
#50taruhan
Content Guidelines
You may also like
Don't Talk About Money by catheryn99
55 parts Complete
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
Kidnapping the General's Daughter by arumsari1995
8 parts Ongoing
"He thought he was rescuing their love. He didn't know he was just driving her escape." Barra is a brilliant law student, a high-achiever who built his future on a prestigious scholarship. He plays by the rules and carries the weight of his mother's hopes on his shoulders. But everything changes when he falls for Alma, a doctor-to-be who also happens to be the only daughter of the nation's most powerful and ruthless General. Desperate for a blessing that seems impossible, Barra agrees to Alma's wild plan: an escape. With a car from his friend Dom, they embark on a 1,000-kilometer journey through Java. But this isn't a chase of sirens and barricades. The General plays a modern game-using digital tracking and bureaucratic intervention to destroy Barra's life from afar. With one cold phone call, the General freezes Barra's scholarship and leaves his mother terrified, systematically dismantling the future Barra worked so hard to achieve. But in the middle of the road, the General suddenly surrenders. He gives his blessing and begs them to come home. Barra is ready to turn back. He's desperate to save his mother's peace and salvage his dreams of becoming a lawyer. But Alma isn't. As they reach the ferry to Bali, Barra realizes the terrifying truth: Alma never wanted her father's blessing. She wanted a getaway driver to help her disappear forever. In this high-tech race, Barra isn't the kidnapper-he's a pawn caught between a father's cold power and a daughter's reckless rebellion. Now, Barra is forced to make a life-altering decision. Should he choose the blind devotion of love, or face the cold, hard facts of reality to save the future that is slipping through his fingers?
You may also like
Slide 1 of 10
FATAMORGANA [ END ] cover
Don't Talk About Money cover
ajinanta (HIATUS) cover
Diantara mereka cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
Kidnapping the General's Daughter cover
AURORA cover
HEARTBREAKING (On Going) cover
Labil. // completed cover
My Name is SYANARA (COMPLETED) cover

FATAMORGANA [ END ]

18 parts Complete

"Kehidupan ini tak habis-habisnya penuh dengan berjuta-juta Fatamorgana belaka." Bahagia, adalah sebuah kata yang mustahil bagi Harsa Parabawa. Ia adalah siswa sekolah menengah atas akhir yang hidupnya penuh dengan halusinasi belaka. Harsa memiliki segalanya, kecerdasan, uang, populeritas. Namun, ia tidak memiliki makna dan kenyataan dalam kata "Keluarga" ia punya, namun bisa juga di bilang tak punya, karena keberadaannya yang transparan di mata sang Ayah. Harsa telah kehilangan Ibunya sejak ia lahir, itu yang membuat Harsa di benci dan di anggap tidak ada oleh sang Ayah, karena Harsa lahir cinta pertama sang Ayah pun hilang di makan keabadian. Ayahnya sangat mencintai Ibu Harsa maka daripada itu kebencian pun tersirna di dalam hati sang Ayah ini. Yang awalnya seharusnya Harsa besar tanpa seorang Ibu dan kini ia besar tanpa Ibu dan Ayah. Kehidupan dan cara pandangannya pun berubah saat ia lebih akrab dengan teman sekelasnya, Nestala Anasera. Mereka terus-terusan satu kelas tiga tahun ini, dan Nestala hanya menganggap Harsa sebagai rivalnya. Namun itu semua berubah saat secara tiba-tiba keduanya secara tak sengaja mengetahui kehidupan pribadi masing-masing. Dan, bagaimanakah kelanjutan kisah mereka?