Story cover for Langit Senja by silfiahidayati
Langit Senja
  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Apr 12, 2019
Biarkan aku yang pergi. Maaf telah membuatmu patah. Kamu berhak bahagia, begitupun diriku. Kita hanya ditakdirkan untuk bertemu, tidak untuk menyatu. Takdir Tuhan lebih indah dari harapan. Tak perlu kamu menyalahkan siapapun disini, kamu hanya perlu bangkit untuk menghadapi kenyataan. Aku pun sama, mencoba untuk sembuh dari luka yang ku buat sendiri.

Kita adalah sepasang manusia yang bertemu tanpa sengaja. Dan keharusan yang memaksa kita berpisah. Beginilah takdir Tuhan. Tak sesuai harapan dan terasa menyakitkan. Tapi aku selalu berdoa kepada-Nya, agar kamu menemukan kebahagiaan tanpa aku di dalamnya. Kamu menemukan kebahagiaan tanpa mengingat masa lalu. Biarkanlah aku seperti ini. Menjalani kisah kelam yang ku buat sendiri, hanya tak ingin melihatmu terluka lebih dalam lagi.


Copyright©2019 by Silfia Hidayati
All Rights Reserved
Sign up to add Langit Senja to your library and receive updates
or
#598langit
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Langit. cover
AVOID cover
AURORA cover
ORANGE'S SEASON 2 || (Completed)  cover
Tinta Luka [END] cover
ELLGAR (TAMAT) cover
Permainan Takdir [TAMAT] cover
Nothing Vain Love cover
Restu Tuhan cover
Langit Dara [End] cover

Langit.

9 parts Complete

Dari Langit, untuk senja yang selalu terlihat indah apa adanya. Senja, jujurlah, kau sudah lama kan kehilangan perasaanmu? Kau sudah lama kan mengagumi bumi akhir akhir ini? Aku sudah tau, Senja. Langitmu sudah tau. Senja, harusnya kau tak datang padaku sejak awal. Harusnya kau tak merasa kasihan dengan kesendirianku. Apa aku yang salah, sudah jatuh cinta padamu? Ini bukan perkara tentang hatimu. Ini tentang isi hatiku. Isi hati langit yang bisu. Isi kerinduan semesta yang tak pernah dapat terungkapkan. Senja, mengapa kau masih disini? Mengapa kau masih harus ada di sela sela hari sepiku? Mengapa kau harus menunjukkan tatapan itu padaku? Senja, aku memang kesepian. Tapi bila memang perasaanmu sudah lama berubah, tak apa, pergilah. Senjaku, Langitmu tetap mencintaimu apa adanya. Bahkan saat ia tau kau tidak pernah mencintainya.