Diskusi Kopi

Diskusi Kopi

  • WpView
    Reads 553
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 23, 2019
Fana, mengikuti arah langkah yang tak kunjung usai. Raga ini bernyawa, namun rasanya mati seketika ketika kehilangan sosok pahlawan hidup. Sebuah potret dan secangkir kopi rasanya manis kala itu. Aku bertemu seseorang yang mengajarkanku cara bicara, cara tertawa, cara mengeja rasa walaupun entah berantah kemana perginya. Hingga kita lupa, kita memiliki Tuhan yang kita anggap beda.
All Rights Reserved
#430
sendu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JINGGA
  • KITA
  • Mencintai dalam diam {Chikara}
  • Our Coffee (Completed)
  • Catatan Kopi In Memory
  • Coretan Kata Tanpa Rasa
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
JINGGA

"Jingga..." "Iya," "Kata orang hidup itu seperti kopi, kamu harus benar-benar merasakan pahitnya dulu di seruput pertama. Sedikit demi sedikit. Manis itu akan kamu temukan sendiri setelah kamu mengerti, bahwa setelah pahit akan selalu ada manis. Bukankah komposisinya dibuat dengan kopi dan gula ? Maka hidup selalu ada komposisi tangis dan tawa" *** Sebagian kisah tercipta pada dia yang kedatangannya tidak pernah kau minta. Maka, Akan ada kelak satu orang manusia yang setelah dia datang dan membuatmu jatuh hati dengan tulus, maka ketika dia pergi, kepergiannya adalah perjalanan panjang untukmu mengenang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines