Diskusi Kopi

Diskusi Kopi

  • WpView
    Reads 553
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 23, 2019
WpInfo
Poetry
Fana, mengikuti arah langkah yang tak kunjung usai. Raga ini bernyawa, namun rasanya mati seketika ketika kehilangan sosok pahlawan hidup. Sebuah potret dan secangkir kopi rasanya manis kala itu. Aku bertemu seseorang yang mengajarkanku cara bicara, cara tertawa, cara mengeja rasa walaupun entah berantah kemana perginya. Hingga kita lupa, kita memiliki Tuhan yang kita anggap beda.
All Rights Reserved
#571
tuhan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mencintai dalam diam {Chikara}
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • The Coffee Crush | On Going
  • RUMAH KOPI
  • DivRal (tamat)
  • JINGGA
  • Catatan Kopi In Memory
  • TRUST ME (hiatus)
  • Black Coffee (GXG) {FIN}
  • Perempuan Pujaan Hujan

Cukup untuk mencintai dalam diam saja karna untuk memilikimu sepertinya itu tidak mungkin bagi ku. . . Ini cerita tentang G×G/LESBIAN jadi jika tidak Mao membaca skip aja ok Setelah membaca jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara vote dan komen jangan terbiasa menjadi pembaca gelap

More details
WpActionLinkContent Guidelines