Aku, Kamu dan Kopi

Aku, Kamu dan Kopi

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 25, 2019
Manusia dirancang untuk terluka. Namun, Tuhan menciptakan luka juga dengan obatnya. Ketika kamu merasa hidupmu dipenuhi dengan lara, jangan mengeluh apalagi putus asa. Sebab Tuhan pasti akan menghadiahkan sebuah bahagia yang tidak akan bisa kamu lupa. Teruntuk sang warna, terimakasih telah membubuhkan dirimu dalam duniaku. Hidupku yang semula redup kini membiru karena dirimu. Kamu benar, tentang perkara bahwa setiap manusia diciptakan lengkap dengan lara juga bahagianya sendiri. Kamu benar, tentang perkara bahwa sudut pandang setiap manusia itu berbeda dan sulit untuk dimengerti, layaknya sebuah rubik yang mempunyai beberapa sisi. Kamu benar, tentang perkara bahwa ada bahagia yang harus direngkuh setelah menghadapi lara yang sungguh menyesakkan dada juga membuat nyeri di hati. Kamu benar, tentang perkara bahwa hidup itu layaknya sebuah kamera. Cukup fokus pada apa yang membuatmu bahagia dan acuh pada apa yang menorehkan luka. Ini memang tentang masalah remaja pada umumnya. Tapi, ini juga tentang hidup dengan lara menyesakkan dada yang benar adanya. Kehadiranmu ditentang, adanya dirimu ditiadakan, bantuanmu dikucilkan, permintaan tolongmu diacuhkan, berharganya dirimu dibuang. Ketika semua itu ada dalam hidup, lantas untuk apa melanjutkan hidup jika orang-orang memang tidak menginginkan adanya dirimu? Setidaknya, untuk melanjutkan hidup memang didasari karena adanya seseorang yang membutuhkan hidupnya dirimu.
All Rights Reserved
#26
darka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Di Balik Bayang Asa
  • ALL MY WOUNDS
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • I'm okay (END)
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • Till I Meet You
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • LOVE YOURSELF(Hiatus)

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines